Ilustrasi. Medcom.
Ilustrasi. Medcom.

Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Medsos

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 07 April 2020 08:49
Jakarta: Masyarakat diminta bijak menggunakan media sosial di tengah pandemi virus korona (covid-19). Media sosial diharap jadi sarana informasi positif terkait penanganan covid-19.
 
"Jangan digunakan untuk bikin hoaks yang membuat masyarakat menjadi bingung dan resah, menggunakan untuk hal yang bersifat informatif," tegas Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo saat dikonfirmasi, Senin, 6 April 2020.
 
Listyo meminta masyarakat mengunggah beragam informasi positif di media sosial agar memberikan rasa tenang. Misalnya, cara membuat hand sanitizer di bawah bimbingan Dinas Kesehatan, tips menjaga stamina, hingga testimoni masyarakat yang sembuh dari virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga masyarakat selalu waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap virus korona," ujar dia.
 
Baca: Polri Pelototi Wilayah Rawan Selama Masa PSBB
 
Jenderal bintang tiga itu memastikan jajarannya tidak segan menindak tegas pihak-pihak yang tetap menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebencian. Apalagi, Undang-Undang ITE jelas mengatur hal-hal yang dapat memicu pelanggaran hukum.
 
"UU harus ditegakkan, semua harus bersatu padu untuk memerangi covid-19. Informasi sesat dan bikin onar di medsos akan kita proses tegas," tegas dia.
 
Polri mengeluarkan surat telegram yang mengatur penanganan perkara dan pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan virus korona. Surat itu mengatur upaya penegakan hukum yang terjadi di ruang siber atau media sosial.
 
Surat Telegram bernomor ST/1100/IV/HUK.7.1./2020 itu ditandatangani Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo pada Sabtu, 4 April 2020. Dalam surat itu disebutkan, polisi akan menerapkan Pasal 14 atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana bagi penyebar hoaks maupun kebijakan pemerintah terkait covid-19. Penghinaan terhadap presiden dan pejabat pemerintah dikenakan Pasal 207 KUHP.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif