Puing-puing pesawat Lion Air JT 610 yang telah dievakuasi pascakecelakaan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)
Puing-puing pesawat Lion Air JT 610 yang telah dievakuasi pascakecelakaan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

Perbaikan Sistem Keselamatan Tak Perlu Tunggu Investigasi

Nasional Lion Air Jatuh
01 November 2018 11:45
Jakarta: Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman menilai perbaikan sistem keselamatan penerbangan tak perlu menunggu investigasi jatuhnya Lion Air JT610 PK-LQP selesai. Menurut dia perbaikan sistem jaminan mutu keselamatan harus segera dilakukan.
 
"Kalau memang ada indikasi yang bisa diperbaiki bisa langsung dikeluarkan rekomendasi sekarang. Langsung kita kasih ke maskapai atau Ditjen Perhubungan udara," ujarnya dalam Breaking News Metro TV, Kamis, 1 November 2018.
 
Gerry mengatakan mispersepsi jika rekomendasi dikeluarkan setelah investigasi selesai. Sebab, sebagian rekomendasi sudah bisa disampaikan ke pihak terkait terutama tentang mitigasi dan perbaikan yang harus segera dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah menghentikan sementara pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam insiden kecelakaan pesawat tersebut. Misalnya Direktur Teknik dan sejumlah teknisi maskapai.
 
"Jadi bukan dipecat, hanya dihentikan sementara untuk keperluan investigasi. Karena kita butuh mereka memberi keterangan tanpa ada beban tugas sehari-hari. Itu fungsinya 'pemecatan' itu," ungkapnya.
 
Sementara itu mantan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Tatang Kurniadi dalam Breaking News Metro TV, Rabu, 31 Oktober 2018, mengatakan normalnya investigasi pascaperistiwa kecelakaan pesawat perlu waktu cukup lama. Normalnya, enam sampai 12 bulan setelah peristiwa.
 
Rekomendasi yang diberikan berupa peristiwa kecelakaan, penyebab, dan saran perbaikan. Rekomendasi itu akan dilaporkan ke presiden sebagai atasan KNKT, DPR yang merupakan penanggung jawab pembiayaan, sampai dengan maskapai dan Ditjen Perhubungan Udara.
 
"Standar (investigasi) di Indonesia paling cepat menyelesaikan 7-8 bulan, ada juga yang sampai 12 bulan. Pada saatnya nanti, KNKT pasti akan memberikan rekomendasi terkait kecelakaan pesawat ini," jelas dia.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi