Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Foto: KLHK
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Foto: KLHK

AS Dukung Indonesia Folu Net Sink 2030

Candra Yuri Nuralam • 20 Maret 2022 15:26
Jakarta: Indonesia mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS) dalam rencana operasional Forestry and Other Land Use (Folu) Net Sink 2030. Dukungan dari AS diyakini bakal memperkuat upaya pengurangan deforestasi.
 
"Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo, Indonesia secara konsisten telah berhasil mengurangi deforestasi secara signifikan. Penurunan deforestasi secara simultan ini, mencerminkan upaya serius Indonesia dalam mewujudkan Folu Net Sink 2030," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya melalui keterangan tertulis, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Dukungan ini diberikan langsung oleh tim Delegasi Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Iklim (The US Special Presidential Envoy for Climate, SPEC) John Kerry yang dipimpin oleh Penasehat Senior Robert O. Blake Jr pekan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Siti juga sempat membahas tentang upaya penanggulangan kebakaran hutan dengan solusi berkelanjutan dari perwakilan AS. Upaya penanggulangan ini juga bagian dari aksi Folu Net Sink 2030.
 
Baca: G20 Momentum Sukseskan Upaya Penyelamatan Lingkungan Indonesia
 
Dalam pertemuan itu, Siti juga membahas soal peluang Indonesia dalam pasar karbon Internasional melalui Peraturan Presiden tentang Nilai Ekonomi Karbon Nomor 98 Tahun 2021. Aturan turunannya bakal diterbitkan dalam waktu dekat.
 
"Tidak ada bagian dari nilai ekonomi karbon Indonesia yang terlepas dari Peraturan Presiden tersebut. Semuanya harus sejalan dengan tata kelola karbon melalui sistem pemantauan tunggal Sistem Registrasi Nasional/SRN (National System Registry. Tindakan perdagangan karbon di luar sistem tersebut akan berhadapan dengan penegakan hukum," tutur Siti.
 
Siti juga bakal menggandeng pihak swasta untuk mengambil ancang-ancang pengurangan emisi dan nilai karbon. Kerja sama dengan pihak swasta ini dibutuhkan untuk memaksimalkan upaya pengurangan karbon yang dilakukan Indonesia.
 
Baca: Di HUT ke-50 UNEP, Menteri KLHK Paparkan Raihan Ekonomi Hijau RI
 
"Salah satu kewajiban utama untuk semua pelaku usaha dan entitas lain yang bergerak di pasar karbon adalah terdaftar dalam SRN. Saya akan terus mengikuti perkembangan terkait penerapan praktik tata kelola karbon yang baik," ujar Siti.
 
Siti juga sempat membahas tentang pengelolaan sampah dan pemanfaatan teknologi daur ulang bersama dengan perwakilan AS. Dia ingin membuat adanya gerakan masyarakat yang melek dengan bahaya sampah untuk memaksimalkan rencana Folu Net Sink 2030.
 
"Terkait pengelolaan sampah pada akhirnya menjadi gerakan berbasis masyarakat, dan upaya kami saat ini adalah mendorong gerakan masyarakat untuk pengelolaan sampah secara berkelanjutan," ucap Siti.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif