Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional II dan Nasional VIII antar Pondok Pesantren serta Kongres V Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional II dan Nasional VIII antar Pondok Pesantren serta Kongres V Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jokowi Resmikan Pembukaan MTQ Antar Pondok Pesantren

Nasional nahdlatul ulama
Achmad Zulfikar Fazli • 11 Juli 2018 16:57
Jakarta: Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional II dan Nasional VIII antar Pondok Pesantren serta Kongres V Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama. Pembukaan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.
 
Acara berlangsung, Rabu, 11 Juli 2018, sekitar pukul 16.00 WIB. Mengenakan kemeja putih polos berbalut jas hitam dan peci, Jokowi duduk berhadapan dengan para ulama dan santri.
 
Jokowi didampingi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Hadir pula Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain pembukaan MTQ dan Kongres V (JQH) Nahdlatul Ulama, Jokowi menerima Mushaf Alquran. Itu merupakan alquran dengan sulaman tangan terbesar di dunia.
 
Sulaman dikerjakan oleh 40 orang ahli terbaik dunia di Provinsi Otonomi Khusus Muslim di China, Ninxia, selama tiga tahun. Sulaman terdiri dari 30 gulungan besar berisi 30 juz alquran. Ini merupakan alquran sulaman tangan terbesar dengan estetika yang sangat tinggi.
 
Pembuatan alquran ini didanai oleh seorang pengusaha Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew, tokoh Konghucu. Dia diketahui sangat mencintai alquran dan menganggap kitab suci itu sebagai obat.
 
Tan Sri ingin menghibahkan alquran ini kepada masyarakat Indonesia sebagai wujud persaudaraan. Alquran sulaman ini sudah dicek keakuratannya oleh para ahli.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi