Puskesmas Santong Kekurangan Obat-obatan
Warga korban gempa mengungsi di halaman belakang Polsek Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8). MI/RAMDANI.
Lombok Utara: Puskesmas Santong, Lombok Utara, ambruk karena gempa berkekuatan 7,0 skala richter yang terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018. Aktivitas pengobatan kini dilakukan di halaman dengan tenda darurat dan obat-obatan seadanya.

"Kita sangat kekurangan obat-obatan, terutama cairan infus dan antibiotik," kata Kepala Puskesmas Santong Nurdin saat berbincang dengan Medcom.id di Lombok Utara, NTB, Selasa, 7 Agustus 2018.

Puskesmas Santong telah menangani sekitar 100 pasien sejak gempa mengguncang Lombok Utara beberapa hari lalu. Tujuh pasien di antaranya meninggal dunia.


Petugas kesehatan dan relawan terlihat berusaha bekerja maksimal. Warga terus berdatangan dengan ambulans dan mobil pribadi ke pintu masuk puskesmas itu. Keluhan warga bervariasi, mulai dari luka ringan hingga patah tulang.

Namun, Puskesmas Santong tak bisa menampung seluruh pasien. Pasien dengan luka berat dan patah tulang akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung. 

"Tadi ada sekitar 10 yang kita rujuk ke RSUD, itu yang luka berat dan patah tulang," kata Nurdin.

Baca: 4.636 Wisatawan Dievakuasi dari Tiga Gili

Daya tampung yang minim juga membuat Nurdin selektif menentukan prioritas pasien. Pasien yang telah ditangani dan tak mengalami luka serius akan dipindahkan ke tenda kesehatan di Lapangan Santong.

"Ada posko di lapangan, dan ada petugas. Sedangkan yang butuh observasi kami tangani di sini," jelas dia.

Tenda di halaman Puskesmas Santong dipenuhi orang dewasa dan anak-anak yang sedang ditangani petugas. Nurdin sadar dengan hal itu.

"Kebanyakan memang korban itu usia 45 tahun ke atas dan 15 tahun ke bawah, mungkin faktor kelincahan menyelamatkan diri," jelas Nurdin.

Desa Santong berjarak sekitar 40 menit berkendara dari pusat pemerintahan Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Lapangan Desa Santong dijadikan pusat pengungsian oleh warga sekitar. Namun, beberapa warga juga memilih mendirikan tenda di sekitar halaman rumah mereka demi menjaga harta benda yang tersisa.




(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id