Menangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi

Utamakan Cara Persuasif Deteksi Radikalisme di Kampus

Intan Yunelia 17 Mei 2018 14:38 WIB
radikalisme
Utamakan Cara Persuasif Deteksi Radikalisme di Kampus
Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) Edy Suandi Hamid.
Jakarta: Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) Edy Suandi Hamid menyarankan pihak kampus mengedepankan cara-cara persuasif untuk mendeteksi penyebaran paham radikalisme di lingkungan kampus. Ketimbang cara-cara represif dengan mengawasi ketat gerak-gerik mahasiswa dan dosen.

"Lakukan pembinaan dan pemetaan kepada dosen dan karyawannya dengan cara persuasif," kata Edy kepada Medcom.id, Kamis,17 Mei 2018.

Menurut Edy, tak sulit mendeteksi dosen ataupun mahasiswa yang terpapar radikalisme, karena kesehariannya terpantau.


Dosen dan karyawan yang terindikasi menganut paham radikalisme juga sebaiknya dijatuhkan sanksi secara bertahap, dengan kata lain tidak langsung pada pemecatan.  Namun utamakan proses pembinaan.

"Kecuali kalau sudah melakukan tindakan merugikan yang lain atau pidana," ucap Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Keterlibatan dosen dalam memasukkan pemahaman yang benar, kata Edy, membutuhkan kerja sama banyak pihak. Kegiatan mahasiswa tidak semata-mata butuh pengawasan, tapi lebih kepada pendampingan dan bimbingan.

"Hanya saja caranya harus dibedakan dengan anak sekolah SMA, mahasiswa lebih dewasa, perlu mengedepankan dialogis." pungkasnya


 



(CEU)