Sejumlah buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) melakukan unjuk rasa menolak revisi UU Ketenagakerjaan. Foto:Candra Yuri Nuralam/Medcom.id
Sejumlah buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) melakukan unjuk rasa menolak revisi UU Ketenagakerjaan. Foto:Candra Yuri Nuralam/Medcom.id

Serikat Buruh Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Nasional buruh
Candra Yuri Nuralam • 31 Juli 2019 12:58
Jakarta: Serikat Pekerja Nasional (SPN) menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Mereka menilai revisi tersebut mengurangi hak pekerja.
 
"Dalam draf yang diusulkan pemerintah dan mungkin Apindo itu memberatkan buruh. Terutama terkait pesangon," kata koordinator aksi, Sofyan di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.
 
Menurut Sofyan, revisi UU berpotetensi mengurangi pesangon buruh. Bahkan pesangon bisa ditiadakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menolak pemerintah merevisi nilai pesangon. Itu yang kita tolak. Semua buruh harus dapat uang pesangon," ujar Sofyan.
 
Sofyan meminta pemerintah tidak melanjutkan revisi itu. Pemerintah harus memperhatikan nasib buruh.
 
"Intinya, revisi ini jangan sampai masuk ke DPR dan jangan sampai dijalankan. Kami menolak itu," tutur Sofyan.
 
Para buruh ini berjalan dari gerbang masuk Monas arah Stasiun Gambir sampai ke Istana Merdeka, Jakarta. Mereka berjalan santai beriringan melewati Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka pun berharap diterima perwakilan dari istana.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif