Menteri Ketenagakakerjaan Ida Fauziyah (tengah). Dok. BNPB
Menteri Ketenagakakerjaan Ida Fauziyah (tengah). Dok. BNPB

Diaspora Gotong Royong Bantu Pekerja Kena PHK

Nasional tenaga kerja Virus Korona phk
Kautsar Widya Prabowo • 18 Mei 2020 19:26
Jakarta: Menteri Ketenagakakerjaan Ida Fauziyah menyebut pekerja terdampak wabah virus korona (covi-19) akan mendapat bantuan dana dari disapora yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Seluruh pihak perlu bergotong royong mengatasi dampak wabah.
 
"Diaspora Care, sebuah gerakan untuk membantu saudara-saudara kita di Tanah Air yang terdampak covid-19, yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)," ujar Ida dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin, 18 Mei 2020.
 
Mekanisme pemberian dana bantuan dilakukan secara daring. Calon donatur yang akan memilih sendiri pihak penerima donasi melalui www.diasporapeduli.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diaspora akan membantu korban yang dirumahkan melalui program one family to one family. Donasinya sebesar US$50 per bulan (Rp780 ribu),"jelas Ida
 
Ida menyebut jutaan diaspora diprediksi bergabung dalam program kemanusiaan tersebut. Bedasarkan data Kemenaker, tercatat 1.742.904 pekerja di Tanah Air terdampak covid-19 dengan 378.096 di antaranya pekerja formal yang terkena PHK.
 
Diaspora Gotong Royong Bantu Pekerja Kena PHK
Pendiri Kongres Diaspora Indonesia, Dino Patti Djalal. Dok. BNPB
 
Pendiri Kongres Diaspora Indonesia, Dino Patti Djalal, mengatakan wabah pandemi di Tanah Air dapat diatasi melalui solidaritas sosial dan ekonomi. Untuk itu, ia pastikan seluruh donasi akan mengalir ke rekening yang membutuhkan.
 
"Pemerintah dan organisasi masyarakat diaspora hanya penyambung rezeki. Tidak ada satu sen yang diambil," tuturnya.
 
Target penerima program Diaspora Peduli ini di atas 5.000 orang di Indonesia. Sebanyak enam sampai delapan juta anggota diaspora di dunia komitmen mendukung pemerintah untuk menggalang dukungan di komunitas Diaspora masing-masing.
 
"Inilah di mana aset diaspora sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis di Indonesia," ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif