Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Protokol Baru, Bepergian di Dalam Negeri Wajib Menyertakan Tes PCR

Nasional Virus Korona
Anggi Tondi Martaon • 03 Juli 2020 14:33
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandara Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Dokumen tersebut sebagai panduan bagi penumpang dan petugas yang berwenang melakukan pengawasan di bandara dan pelabuhan.
 
"Penerapan protokol ini diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak pandemi covid-19 dalam perjalanan dalam negeri di bandara udara dan pelabuhan," kata Terawan dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Ketentuan pertama yaitu penumpang dan awak alat transportasi harus dalam keadaan sehat. Ketentuan ini disertakan dengan hasil tes polymerase chain reaction (PCR) atau rapid test. Hasil PCR ataurapid test yang digunakan maksimal 14 hari sebelum keberangkatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil PCR atau rapid test wajib dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah dan swasta yang sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.
 
Jika di daerah tersebut belum ada faskes yang ditetapkan sebagai otoritas berwenang mengeluarkan keterangan sehat, penumpang bisa memperolehnya melalui fasilitas lain. Yakni, rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging (PIE) atau laboratorium pemeriksa covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.
 
Baca: Lonjakan Pasien Covid-19 karena Kemampuan PCR Meningkat
 
Selanjutnya, penumpang dan awak juga bisa melakukan tes PCR dan rapid test di rumah sakit atau klinik yang bekerja sama dengan kantor kesehatan pelabuhan yang melaksanakan pelayanan penerbitan International Certificate of Vaccination (ICV); atau rumah sakit dan laboratorium lain milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
 
Hasil rapid test dan PCR tes ini wajib ditunjukkan saat pembelian tiket. Penumpang juga diminta mengunggah aplikasi electronic Health Alert Card (eHAC) dan mengisinya.
 
Kelengkapan dokumen keterangan sehat dan eHAC nantinya diperiksa oleh petugas di bandara dan pelabuhan. Petugas juga wajib memeriksa suhu tubuh penumpang dan awak alat angkut.
 
Penumpang dan awak juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Yakni, penggunaan masker, sering mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak aman, menggunakan pelindung mata atau wajah, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
 
Terawan meminta agar protokol ini diterapkan dengan baik dan diawasi secara ketat. Sehingga, mobilisasi masyarkat tidak memperluas penyebaran covid-19.
 
"Dengan dilaksanakannya protokol pengawasan ini dengan ketat dan disiplin, kita dapat mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman dari penularan covid-19," ujar dia.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif