Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Alasan Banyak Pasien Covid-19 Tak Bisa Masuk RS

Nasional Virus Korona kemenkes pandemi covid-19
Nur Azizah • 12 Januari 2021 12:27

Jakarta: Alokasi tempat tidur khusus pasien covid-19 di sejumlah rumah sakit (RS) masih rendah. Beberapa RS bahkan hanya menyediakan 10 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan rendahnya jumlah alokasi itu menyebabkan pasien covid-19 tak terakomodasi di RS. Ia meminta RS meningkatkan bed occupancy rate bagi pasien terpapar virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.

"Contohnya rumah sakit punya 100 tempat tidur, yang dialokasikan buat pasien covid-19 cuma sepuluh. Otomatis kalau pasien covid-19 masuk tidak bisa karena tempatnya cuma sepuluh,” kata Budi seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021.
 
Baca: 
74 RW di DKI Zona Merah Covid-19

Budi meminta RS meningkatkan alokasi tempat tidur untuk pasien covid-19 sebanyak 30 hingga 40 persen. Peningkatan perlu guna mengantisipasi lonjakan pasien usai libur tahun baru.

“Saya minta tolong semua dirut rumah sakit, semua pemilik rumah sakit tolong konversikan tempat tidurnya yang tadinya bukan untuk pasien covid-19 menjadi untuk pasien covid-19,” tegas Budi.

Lonjakan kasus positif covid-19 terjadi pascaliburan panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Jumlah kasus aktif bulan ini, beber Budi, lebih dari 120 ribu.

Kapasitas tempat tidur yang diperlukan mencapai 36 ribu. Setidaknya, 30 persen dari kasus aktif. 

Kebutuhan tempat tidur terus meningkat. Peningkatan terlihat sejak November 2020 dengan kisaran angka 15 ribu tempat tidur.


 
(OJE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif