Suasana aksi aksi dukungan kepada penyelenggara pemilu di depan halaman Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Foto: Nur Azizah/Medcom.id
Suasana aksi aksi dukungan kepada penyelenggara pemilu di depan halaman Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Foto: Nur Azizah/Medcom.id

Masyarakat Indonesia Maju Beri Dukungan untuk KPU

Nasional unjuk rasa pemilu serentak 2019
Nur Azizah • 09 Mei 2019 17:20
Jakarta: Masyarakat Indonesia Maju menggelar aksi di depan halaman Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Aksi ini bukan untuk menuntut, melainkan mendukung KPU.
 
Aksi dimulai dengan melantunkan selawat yang dipimpin Habib Bakri Assegaf. Aksi diikuti kurang dari 100 orang.
 
Mereka juga membawa pesan-pesan yang ditulis dalam kertas karton dan banner. Tulisan itu berbunyi, "Bawaslu dan KPU kami bersamamu, Stop delegitimasi KPU, Delegitimasi KPU-Bawaslu merusak demokrasi, dan 1+2=3, Plilihan boleh beda tapi persatuan Indonesia."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami datang ke sini untuk memberikan kesejukan sebagaimana bulan suci Ramadan mengajarkan kita untuk kita memberikan arahan kebaikan-kebaikan kepada seluruh khalayak," kata Bakri di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Bakri berharap dengan unjuk rasa ini banyak warga mendukung KPU. Ia percaya KPU dan Bawaslu berkerja independen.
 
"Kami bertujuan memberikan contoh teladan kepada orang lain supaya Indonesia yang aman, damai, bahagia ini jangan dikotori. Jangan sekali-kali kita kotori bulan suci ini dengan segala sesuatu yang tidak diinginkan masyarakat Indonesia," ujar dia.
 
Bakri mengaku aksi ini tidak ada kaitannya dengan aksi yang akan digelar Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana. Menurutnya, kelompok massa yang datang hari ini pun berbeda dengan kelompok masa Eggi Sudjana.
 
"Tidak ada kaitan sama sekali. Kami berdiri di sini independen. Mau memberi contoh kepada yang ngaku habib, ulama, cendekiawan supaya mereka itu ikuti contoh teladan yang ada," pungkas dia.
 
Sedianya, Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein serta sejumlah masyarakat akan aksi di depan Gedung Bawaslu dan KPU pada siang tadi. Mereka rencananya jalan dari Lapangan Banteng hingga ke KPU dan Bawaslu.
 
Mereka menuntut penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon nomor 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebanyak 11 ribu personel keamanan pun diturunkan untuk mengamankan demo.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif