Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

PTM Terbatas Harus Dihentikan Sementara Bila Terdeteksi Penularan Covid-19

Theofilus Ifan Sucipto • 26 Januari 2022 20:23
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dihentikan sementara bila terdeteksi penularan covid-19 di sekolah. Keputusan ini harus diambil agar covid-19 tidak kadung meluas di lingkungan sekolah.
 
"Penghentian sementara PTM sekurang-kurangnya dua minggu pada satuan pendidikan atau sekolah," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Wiku menjelaskan pemberhentian PTM sementara dilakukan pada satuan pendidikan dengan positivity rate hasil surveilans epidemiologis sebesar lima persen atau lebih. Syarat serupa berlaku bagi warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi hitam pada aplikasi PeduliLindungi sebanyak lima persen atau lebih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kegiatan pada sekolah dengan kriteria tersebut dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ)," kata Wiku.
 
Baca: Seluruh Pihak Diperingatkan Konsisten Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan
 
Wiku mewanti-wanti seluruh satuan pendidikan dan pemerintah daerah sigap dan responsif menangani lonjakan kasus covid-19. Setiap sekolah juga mesti memenuhi persyaratan yang tercantum dalam surat keputusan bersama (SKB) empat menteri.
 
"Seperti kebersihan atau sanitasi, mampu mengakses fasilitas kesehatan, memiliki Satgas Penanganan Covid-19 di sekolah, dan telah melakukan verifikasi penanggung jawab melalui Kementerian Kesehatan," ujar dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif