Kendaraan yang rusak berat akibat hempasan gelombang tinggi teronggok di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12/2018). Foto: MI/Susanto
Kendaraan yang rusak berat akibat hempasan gelombang tinggi teronggok di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12/2018). Foto: MI/Susanto

Bangunan di Pesisir Pantai Pandeglang Hancur Diterjang Tsunami

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Media Indonesia • 24 Desember 2018 17:03
Padeglang: Hampir semua bangunan yang berdiri persis di bibir pantai Kabupaten Pandeglang, Banten hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda. Proses pencarian dan evakuasi pun masih terus dilakukan di sejumlah titik lokasi terdampak.
 
Pantauan di lokasi, hotel-hotel yang berdiri di sepanjang Pantai Tanjung Lesung, Carita, hingga Pantai Karang Bolong porak-poranda. Tidak hanya itu, sejumlah kendaraan yang kebetulan berada di mayoritas obyek wisata itu berserakan.
 
Ada yang terhempas jauh hingga puluhan meter. Ada pula yang hancur di tempat. Hampir semua kendaraan roda empat dan roda dua yang terdampak di sejumlah lokasi itu rusak parah dan tidak bisa lagi digunakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, permukiman warga yang berada tidak jauh dari pantai juga terdampak. Sejumlah rumah terlihat dingin-dinginnya roboh dan sudah tidak berpenghuni.
 
“Warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai ini sudah lari mengungsi semua,” ujar salah satu warga di pesisir Asep Burhan ,35, di pesisir Pantai Carita, Senin, 24 Desember 2018 siang.
 
Baca juga: Tanjung Lesung Merugi Rp150 Miliar Akibat Tsunami
 
Dia menyebutkan, gelombang tsunami yang menghantam seluruh bangunan di sepanjang pantai Pandeglang cukup tinggi. Hempasan air kurang lebih mencapai 400-san meter dari bibir pantai.
 
“Makanya semua rumah yang berada di sebarang jalan ini terdampak juga karena hempasan gelombang cukup jauh,” ungkap Asep.
 
Warga lainnya, Dani ,29, menambahkan, seluruh warga yang bermukim di pesisir pantai telah mengungsi ke sejumlah posko pengungsian yang telah didirikan pemerintah.
 
“Sebagian ada ke ibu kota kecamatan di Labuan, ada juga yang di bagian atas Carita,” jelasnya, terpisah.
 
Baca juga: 198 Korban Tewas akibat Tsunami Teridentifikasi
 
Dani melanjutkan, bahwa warga meninggalkan pemukimannya sejak Sabtu, 22 Desembr 1210 malam, pasca tsunami menerjang.
 
“Pas air surut banyak warga yang langsung mengungsi,” tandasnya.
 
Suasana di pesisir pantai Pandeglang, memang terlihat cukup parah dihantam tsunami. Tidak heran kemudian seluruh bangunan yang berdiri di pesisir pantai itu hancur berantakan.
 
Hingga saat ini pu pencarian korban yang diduga masih belum ditemukan terus dilakukan, pun demikian hujan disertai angin kencang terpaksa menghentikan sementara proses pencarian tim gabungan TNI, Polri, BNPB, DNA Basarnas di sejumlah titik lokasi yang terdampak parah. (M. Taufan SP Bustan/MI)
 

(MBM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi