Pemberian Santunan Tak Terbatas Waktu
Pakar Asuransi Penerbangan Sofian Pulungan. (Foto: Metro TV)
Jakarta: Pakar Asuransi Penerbangan Sofian Pulungan mengatakan asuransi maskapai kepada keluarga penumpang atas insiden kecelakaan udara bisa diberikan kapan saja. Dalam hal ini perusahaan maskapai penerbangan bisa mendatangi keluarga penumpang atau sebaliknya. 

"Pemberian santunan bisa dilakukan setiap saat. Biasanya begitu dan akan dilakukan baik oleh Lion Air atau perwakilannya," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Sabtu, 3 November 2018.

Sofian memastikan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2011 seluruh keluarga penumpang berhak atas santunan. Termasuk jika setelah kecelakaan jasad penumpang yang menjadi korban tidak ditemukan atau tak dapat teridentifikasi.


Menurut dia prosedur pemberian santunan tidak memerlukan pembuktian hasil identifikasi melainkan cukup dengan hanya surat keterangan kematian dari maskapai atau pengadilan.

"Kalau pun penumpang meninggalkan ahli waris yang belum cukup umur datang saja ke pengadilan untuk memperoleh surat ketetapan ahli waris," kata dia.

Sementara itu keluarga salah satu penumpang atas nama Rabagus Nurwito, Nurrahman, menyebut, hingga saat ini pihak maskapai belum membicarakan soal pemberian santunan. 

Ayah dari teknisi Lion Air JT610 asal Bangkalan ini mengungkapkan pihak maskapai hanya datang untuk menyampaikan duka cita sekaligus memfasilitasi keluarga terbang ke Jakarta untuk mendapatkan informasi terkait proses evakuasi dan identifikasi.

"Dua hari pascakejadian baru ada Jasa Raharja yang mendata," ungkapnya. 

Hingga hari kelima pascakejadian, Nurrahman mengaku belum mendapatkan informasi terkait santunan yang akan diberikan. Begitu pula dengan istri dan anak Rabagus yang menjadi ahli waris dari teknisi Lion Air tersebut.

"Harapan kami sekeluarga anak saya masih selamat apa pun yang terjadi. (Kalau pun tidak) semoga saja pesawat cepat ditemukan, kami sudah menerima keadaan ini," pungkasnya.





(MEL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id