WWF Arahkan Petani Kelapa Sawit Sintang Tembus RSPO

Fachri Audhia Hafiez 23 November 2018 02:21 WIB
minyak sawit
WWF Arahkan Petani Kelapa Sawit Sintang Tembus RSPO
Market Transformation Coordinator WWF Indonesia Muhammad Munawir. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sintang: World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia mengarahkan para petani mandiri atau swadaya kelapa sawit untuk bisa menembus sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). RSPO merupakan sertifikasi yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global produksi minyak sawit berkelanjutan.

Market Transformation Coordinator WWF Indonesia Muhammad Munawir berharap, dalam tiga tahun ke depan, para petani swadaya kelapa sawit bisa menembus RSPO. Petani swadaya yang diproyeksikan tembus RSPO itu ialah mereka yang tergabung Koperasi Produksi Rimba Harapan di Kabupaten Sintang yang didampingi WWF Indonesia.

"WWF membuat demonstration plot untuk menunjukkan ke petani jika perkebunan sawit dikelola dengan baik, produktivitasnya akan memenuhi standar," ujar Munawir di Kantor WWF Sintang, Kalimantan Barat, Kamis, 22 November 2018.


Menurut Munawir, produktivitas petani swadaya dinilai dari pengelolaan. Ini seperti pemanfaatan lahan serta penggunaan bibit dan pupuk yang berkualitas terbaik.

Dia mencontohkan seperti pemanfaatan lahan yang maksimal meski perkebunan kelapa sawit tak terlalu luas. Meski luas terbatas, namun dengan pemilihan bibit dan pupuk terbaik, hasil panen akan sesuai ekspektasi.

"Tantangannya bagaimana mendisiplinkan petani supaya bisa menerapkan budidaya yang baik, dengan begitu pendapatannya akan bertambah walaupun luas lahannya tetap," ujar dia.

Baca: WWF Apresiasi Pengelolaan Sawit di Sintang

Selain itu, para petani juga didampingi agar mengoptimalkan lahan kelapa sawit untuk ditanamkan komoditas lain, seperti sayuran dan buah-buahan. Hal ini guna agar ketika harga sawit turun, petani bisa menjual komoditas lain.

"Petani tidak boleh hanya bersandar pada satu komoditas saja. Sehingga kami juga  mendorong diversifikasi komoditas, guna mengisi pada saat harga (kelapa sawit) turun naik," tukas Nawir.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id