Alat yang Menemukan Air Asia Digunakan Mencari JT610

Dheri Agriesta 30 Oktober 2018 19:44 WIB
Lion Air Jatuh
Alat yang Menemukan Air Asia Digunakan Mencari JT610
Ilustrasi. Anggota TNI AL bersiap melakukan penyelaman untuk mencari korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bergerak cepat mencari kotak hitam pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Teluk Karawang. KNKT menggunakan alat pencari bernama hydrophone.

Investigator KNKT Ony Soerjo Wibowo mengatakan alat tersebut juga digunakan saat kecelakaan Air Asia QZ8501 di Selat Karimata, 28 Desember 2018. Hydrophone berhasil menemukan kotak hitam QZ8501 yang tenggelam di kedalaman sekitar 40 meter. 

"Sudah kita pakai (hydrophone), tadi disampaikan dipakai multi beam sonar, ini diikuti di belakangnya hydrophone, ada dua alat paralel," kata Ony di Kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018. 


Alat tersebut telah ikut dalam pencarian di Teluk Karawang sejak pagi tadi. Ony membantah alat ini telat diturunkan. 

Karena, ada proses yang harus dilalui sebelum menurunkan alat ini. Ia menjelaskan, KNKT menerima laporan kejadian kemarin pagi. KNKT pun berkoordinasi dengan pihak terkait karena pesawat jatuh di perairan. 

"Kita sudah tahu alat ini yang dipakai, tapi alat ini baru bisa on board di kapal tadi malam," kata dia.

Kapal yang membawa hydrophone baru bertolak dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, tadi malam. Kapal tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB. 

Hydrophone akan menangkap sinyal yang dikeluarkan sebuah alat yang menempel pada kotak hitam. Ony yakin alat ini bisa menangkap sinyal kotak hitam Lion Air JT610 yang tenggelam di laut dengan kedalaman sekitar 30 meter itu. 

Pesawat Lion Air JT610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang dikabarkan hilang usai lepas landas di Bandar Sukarno-Hatta, Senin, 29 Oktober. Pesawat Boeing 737 Max 8 itu dinyatakan jatuh di perairan Teluk Karawang.





(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id