Sejumlah WNI beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, saat masa observasi pascaevakuasi dari Wuhan, Tiongkok, Selasa, 4 Februari 2020. Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Sejumlah WNI beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, saat masa observasi pascaevakuasi dari Wuhan, Tiongkok, Selasa, 4 Februari 2020. Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Pembangunan Lokasi Observasi Digarap Lintas Instansi

Nasional Virus Korona
Zaenal Arifin • 05 Februari 2020 20:51
Jakarta: Skema pembangunan lokasi observasi atau karantina bagi warga yang terdampak wabah, seperti virus korona (2019-nCov), harus terintegrasi dan terkoordinasi. Hal ini dilakukan agar pembangunan berjalan dengan lancar.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo menjelaskan koordinasi dilakukan lembaga negara yang berwenang. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), contoh dia, bertugas berkoordinasi dengan negara lain, seperti Tiongkok untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI).
 
"Kemenkes (Kementerian Kesehatan) yang selalu menjadi leading sector untuk hal yang berhubungan dengan epidemi ini (virus korona) kemudian Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk fasilitas dan infrastrukturnya," kata Doni di Graha BNPB Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu menambahkan pelibatan TNI juga diperlukan. Pasalnya, lokasi observasi akan dilengkapi bandara atau pangkalan militer.
 
Pembangunan Lokasi Observasi Digarap Lintas Instansi
Kepala BNPB Letjen Doni Monardo memberikan penghargaan kepada perwakilan Medcom.id. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin
 
"Yang paling penting adalah Mabes TNI, karena sudah pasti akan menggunakan pangkalan militer, kalau sudah pangkalan militer ini kan sudah pasti tidak ada orang lain dengan bebas bisa masuk," jelas dia.
 
Ketika WNI di Tiongkok dievakuasi ke Indonesia karena wabah virus korona, pemerintah belum menunjuk lokasi observasi. Natuna, Kepulauan Riau, kemudian dipilih sebagai tempat observasi WNI. Namun, warga setempat menolak kebijakan itu.
 
Lokasi ini nantinya terus dijadikan pusat observasi jika ada wabah seperti virus korona di kemudian hari. Dengan begitu, Indonesia sudah siap dengan tempat sehingga tidak ada lagi perdebatan untuk lokasi observasi.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif