Hasil survei Unicef  menyatakan 65 persen responden bersedia divaksinasi saat vaksin covid-19 sudah tersedia (Foto:Dok.MetroTV)
Hasil survei Unicef menyatakan 65 persen responden bersedia divaksinasi saat vaksin covid-19 sudah tersedia (Foto:Dok.MetroTV)

Survei Unicef Sebut Mayoritas Masyarakat Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 protokol kesehatan Ingat Pesan Ibu Satgas Covid-19
Rosa Anggreati • 26 November 2020 08:19
Jakarta: Kehadiran vaksin covid-19 sangat dinanti, dengan harapan mampu mengakhiri pandemi. Mayoritas masyarakat pun menyatakan bersedia divaksinasi.
 
Hal itu tampak pada survei penerimaan vaksin covid-19 yang dilakukan Unicef. Hasil survei lembaga PBB untuk dana anak ini juga menyebutkan pemahaman masyarakat mengenai rencana penyediaan vaksin oleh pemerintah sangat tinggi.
 
"Hampir 65 persen responden bersedia divaksinasi saat vaksin sudah tersedia. Kemudian, 27 persen masyarakat ragu-ragu. Yang menolak amat kecil, hanya 7,6 persen. Selain itu, 75 persen responden juga menyatakan sudah mengetahui rencana pemerintah untuk menyediakan vaksinasi," ucap Unicef Communications Development Specialist Rizky Ika Safitri pada program Prime Talk di Metro TV, Rabu, 25 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masih dari hasil survei tersebut, Papua menjadi daerah dengan penerimaan terhadap vaksinasi paling tinggi dengan angka 75 persen, disusul beberapa provinsi di Pulau Jawa dan Kalimantan.
 
Daerah dengan penerimaan vaksinasi terendah berada di Aceh dengan tingkat penerimaan 46 persen. Selain itu, provinsi di Pulau Sumatera, Sulawesi, dan Maluku menjadi daerah dengan penerimaan rendah.
 
"Memang, penerimaan atas vaksinasi berbeda-beda berdasarkan geografis, status pendidikan, sosial, ekonomi, dan lainnya. Namun, hal ini menunjukkan masyarakat sudah teredukasi soal vaksin," kata Fitri.
 
Survei tersebut dilakukan untuk memetakan tantangan penyediaan vaksin melalui strategi pelaksanaan dan komunikasi berbasis data. Fitri mencontohkan, misalnya 7,6 persen masyarakat menolak jika berkaitan dengan hal keamanan, maka strategi komunikasi pemerintah ialah memaparkan keamanan dan efektivitas vaksin.
 
"Saya mau pastikan bahwa vaksinasi atau imunisasi ini ialah intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti ampuh, efektif, dan aman. Bahkan ini menyelamatkan puluhan juta jiwa setiap hari guna mencegah kematian dan kecacatan akibat penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi," ucapnya.
 
Fitri berharap masyarakat tidak antipati terhadap vaksin covid-19. Terlebih, vaksinasi bukan hal yang baru. Masyarakat Indonesia telah mengenal imunisasi sejak lama.
 
"Apalagi, kita sudah melakukan imunisasi sejak puluhan tahun lamanya, maka sekarang kita tidak lagi melihat penyakit polio dan lainnya. Hal ini karena imunisasi. Masyarakat harus meyakini bahwa ini intervensi yang terbukti efektif untuk melindungi kita semua," ucap Fitri menegaskan.
 
Pada kesempatan yang sama, Medical Officer EPI/IVD WHO Indonesia Vinod Kumar Bura mengatakan Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kepedulian tinggi terhadap vaksin. Namun, informasi tentang efektivitas dan keamanan harus terus digaungkan untuk menambah keyakinan masyarakat. 
 
"Survei ini dapat dipakai sebagai strategi agar masyarakat terinformasikan lebih jauh lagi tentang efektivitas vaksin. Juga perlu diketahui di Indonesia ini mayoritas orang mau mendengar informasi vaksin dari pekerja medis seperti dokter dan tenaga medis lainnya," ucap Bura.
 
Bura pun menegaskan vaksinasi bisa melindungi masyarakat dari serangan covid-19 yang sudah menyerang 5,98 juta orang di dunia. Artinya, vaksin bakal menyelamatkan hidup masyarakat dan mengembalikan kondisi seperti semula dengan menghentikan pandemi covid-19.
 
"Ada tiga hal penting mengenai vaksin ini. Pertama, kita harus edukasi masyarakat tentang pentingnya vaksin ini. Kedua, kita harus menyiapkan bahwa kita bisa mendistribusikan vaksin kepada masyarakat. Dan ketiga, harga vaksin bisa dikatakan terjangkau, semua bisa membeli ini. Saya yakin masyarakat kecil saja mampu membeli vaksin ini," kata Bura.
 
Sambil menunggu ketersediaan vaksin, setiap orang harus selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun, sesuai pesan  pemerintah melalui kampanye #ingatpesanibu. 
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif