Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: ANT/Aditya Pradana Putra
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: ANT/Aditya Pradana Putra

Kedatangan Petugas JKN ke Rumah Peserta Meresahkan

Nasional BPJS Kesehatan
Marcheilla Ariesta • 02 November 2019 15:58
Jakarta: Koordinator Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Watch, Indra Munaswar, mengatakan peserta keberatan dengan kedatangan 'kader' Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke rumah. Mereka dinilai kerap menakuti peserta.
 
"Justru ini lebih kepada menakut-nakuti masyarakat, mengancam masyarakat. Walaupun sudah dijelaskan oleh direksi BPJS itu hanya seperti datang mengingatkan," kata Indra dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 November 2019.
 
Indra menyebut para petugas BPJS seperti 'penagih utang'. Dia meminta ada komunikasi yang baik dengan peserta mengenai kebijakan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana mengomunimasikannya kepada masyarakat saja. Kerja petugas JKN itu sama dengan di BPJS ketenagakerjaan, namanya perisai. Dia mendatangi masyarakat untuk menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan yang sifatnya mandiri, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sama saja sebetulnya," papar dia.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar 100 persen. Kenaikan iuran itu berlaku bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta bukan pekerja.
 
Besar iuran yang harus dibayarkan Rp42.000 per bulan untuk kelas III, Rp110.000 per bulan untuk kelas II, dan Rp160.000 per bulan untuk kelas I.
 
Beredar informasi peserta BPJS bakal didatangi petugas ke rumah bila iuran tak dibayar. Masyarakat yang terlambat membayar juga disebut bakal kesulitan mengurus SIM, STNK, dan lain sebagainya.
 


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif