Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

Kapal Bermuatan Karet Tenggelam di Perairan Kuala Pembuang

Nasional kapal tenggelam
Antara • 21 Juli 2019 01:50
Sampit: Kapal Layar Motor (KLM) Seruyan Raya tenggelam di perairan dekat perbatasan Kotawaringin dan Seruyan, Kalimantan. Kapal tersebut hendak bertolak dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur-Kalimantan Tengah menuju Pontianan-Kalimantan Barat.
 
"Saat ini tim fokus pada evakuasi anak buah kapal. Info terakhir dari pemilik kapal, saat ini posisi KLM Afna Jaya sudah mendekati tempat kejadian," kata Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Oktavia Burnama seperti dilansir dari Antara, Minggu, 21 Juli 2019.
 
KLM Seruyan Raya berbobot 70 ton tersebut bertolak dari Sampit pada Jum'at lalu. Kapal dengan enam orang awak yang mengangkut karet dan garam itu diperkirakan tenggelam pada Sabtu sekitar pukul 12.00 waktu setempat di lokasi 17 mil laut dari Pantai Ujung Pandaran atau mendekati wilayah perairan Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kapal itu dikemudikan Maman sebagai nakhoda kapal dengan anak buah kapal terdiri Abdullah, Jaenal, Heri, Ruji, dan seorang pengawas karet. Kapal kayu itu diduga tenggelam akibat bocor pada lambung kapal.
 
Informasi sementara, keenam anak buah kapal dan nakhoda dalam kondisi selamat. Mereka bertahan di atas rakit sambil menunggu kedatangan tim evakuasi yang sudah bertolak dari Sampit.
 
Komunikasi dengan nakhoda dan anak buah kapal dilakukan melalui telepon menggunakan jaringan satelit. Mereka bertahan menggunakan rakit dan barang-barang yang sempat diselamatkan.
 
Pemilik kapal telah memberangkatkan KLM Afna Jaya sekitar pukul 14.00 WIB. Evakuasi diharapkan berjalan lancar sehingga keenam korban bisa dibawa ke Sampit dengan selamat.
 
"Kapal patroli juga siap berangkat. Saat ini sedang menunggu koordinasi dengan KSOP Kuala Pembuang," kata Burnama.
 
Kepala Badan SAR Nasional Pos Sampit, Suprapto, mengatakan, mereka terus berkoordinasi terkait kejadian itu. Hasil koordinasi, pemilik kapal menginformasikan bahwa mereka sudah mengirim kapal untuk mengevakuasi korban.
 
"Ini kami mau menjemput menggunakan kapal. Pihak agen pemilik kapal juga sudah ada memberangkatkan kapal untuk penjemputan korban," kata Suprapto.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif