Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.

283 Terduga Teroris Dibekuk Pascabom Surabaya

Nasional terorisme
Dian Ihsan Siregar • 07 Agustus 2018 13:02
Jakarta: Sebanyak 283 terduga teroris dibekuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pascabom Surabaya, Mei 2018. Angka itu termasuk 23 terduga teroris yang diringkus dua hari terakhir.
 
"Laporan terakhir kepada saya tadi malam, sudah ada 283 orang yang ditangkap pascabom yang terjadi di Surabaya. Dan saya meminta untuk melakukan penangkapan terus menerus," kata ‎Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018

Menurut dia, pemberantasan terorisme semakin gencar dilakukan setelah bom Surabaya dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme disahkan. Apalagi, Jamaah Ansharud Daulah (JAD) telah ditetapkan sebagai kelompok terlarang.
 
"Siapa saja yang membantu anggota (JAD) kena pidana. UU yang lama tidak ada, harus ada bukti dan sebagainya. UU yang baru, kita akan bekerja terus," tegas dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Polri Jamin Penetapan 170 Tersangka Teroris Sesuai Prosedur
 
Pemberantasan terorisme, dia menegaskan, juga sejalan dengan pengamanan Asian Games yang akan berjalan dalam waktu dekat ini. Untuk itu, semua terorisme harus ditangkap dengan cepat.
 
Demi memberantas terorisme, jenderal bintang empat ini telah menyerukan semua polda membentuk satuan tugas (satgas) antiteror di 34 provinsi. Satgas itu bakal membantu dan mempermudah Detasemen Khusus 88.
 
"Semua (satgas antiteror bentukan polisi) akan bekerja paralel dengan Densus‎," tukas dia.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi