Grand Syekh Al-Azhar: Muslimin Jangan Selalu Merasa Benar

Marcheilla Ariesta 03 Mei 2018 02:13 WIB
pbnu
Grand Syekh Al-Azhar: Muslimin Jangan Selalu Merasa Benar
Imam Besar dan Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayib bersama Ketua PBNU Said Aqil Sirodj (kanan) di kantor PBNU , Jakarta, Rabu (3/5). (Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar).
Jakarta: Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayib mengatakan umat Islam sebaiknya tidak mengklaim dirinya paling benar. Menurutnya, memonopoli kebenaran bukanlah tindakan tepat bagi seorang muslim.

"Tidak boleh mengatakan 'hanya saya yang paling benar, sementara yang lain tidak'," ucapnya saat berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Menurut dia, Islam melarang penganutnya memvonis kafir sesama umat muslim. Pernyataan tertulis PBNU yang diterima Medcom.id menuturkan, Grand Syekh Al-Azhar disambut hangat Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Di hadapan ratusan hadirin, keduanya berdiskusi di bawah tema 'Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia'.


Baca juga: Grand Syekh Al-Azhar Sambangi Kantor PBNU

Grand Syekh Al-Azhar mengaku kedatangannya di Indonesia adalah bagian dari agenda memperkuat Islam moderat. Ia optimis ini merupakan langkah awal bagi perdamaian dunia secara umum.

Pemimpin tertinggi Al-Azhar tersebut menekankan kaum muslimin harus berfokus pada persamaan, bukan perbedaan. Dia menyampaikan, Nabi Muhammad datang sebagai rahmat untuk semua, tak hanya sebatas umat Islam.

Dalam pertemuan tersebut, Said Aqil Siradj menjelaskan profil Nahdlatul Ulama. Dia juga mengenalkan Islam Nusantara yang menjunjung tinggi wasatiyyah.

"Islam Nusantara bukan mazhab baru, melainkan karakter khas keberislaman di bumi nusantara yang ramah terhadap budaya, harmoni dengan kebinekaan," jelasnya.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id