Cerita Jokowi Melihat Bocah Dipasang Bom Sabuk
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Wahyu Putro.
Jakarta: Presiden Joko Widodo telah meninjau tiga gereja yang menjadi sasaran teroris di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 13 Mei 2018. Saat itu, ia melihat bocah ikut tewas akibat bom bunuh diri itu.
 
Bocah itu merupakan anak pelaku terduga bom bunuh diri. Bocah itu dipasangi bom yang terpasang sabuk.
 
"Saya lihat sendiri secara langsung, bagaimana teroris membawa dua anak kecil yang umurnya 9 tahun dan 12 tahun, diturunkan oleh bapaknya, oleh ayahnya, digandeng oleh ibunya, kemudian masuk ke halaman gereja, meledakkan diri di situ. Mayatnya saya masih lihat. Bomnya ditaruh di bom sabuk. Anaknya diberi, ibunya juga diberi," kata Jokowi.
 
Ia prihatin aksi teror yang melibatkan bocah kembali terulang pada Senin pagi tadi. Ia mendapat informasi terduga teroris ikut membawa bocah berusia 8 tahun dan 15 tahun dalam menjalankan aksinya.

Baca: Bom Surabaya, Teror Perdana Mengeksploitasi Anak

Melihat aksi terorisme seperti ini, ia meminta para mubaligh menyampaikan kepada santri, jemaah, dan umatnya betapa tidak bermartabatnya aksi teror tersebut.
 
Selain itu, kata dia, mubaligh punya kewajiban mengingatkan kepada santri, jemaah dan umatnya bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan.
 
"(Islam) Mengajarkan kita untuk lemah lembut, sopan santun, menghargai orang, tawadu, rendah hati. Saya kira itu yang diajarkan oleh nabi besar kita kepada kita," ujar dia.






(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360