KPU Sebut Bawaslu Inkonsisten
Ilustrasi gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Maret 2018. Foto: Medcom.id/ Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tidak konsisten terhadap aturan yang dibuatnya. Beberapa aturan bisa dikoreksi, sementara aturan lainnya tak dapat dikoreksi.

"Jadi pindah dapil (daerah pemilihan) itu dia sudah ditolak oleh Bawaslu Halmahera Barat, tapi dikoreksi oleh Bawaslu Provinsi. Sama dengan putusan Bawaslu RI yang memperbolehkan pindah dapil bagi yang mengajukan ajudikasi. Ini yang dikoreksi Bawaslu RI," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 11 September 2018.

Namun untuk aturan eks narapidana (napi) korupsi maju sebagai calon anggota legislatif (caleg), Bawaslu tidak bisa mengoreksi. Menurut Komisioner KPU RI lainnya, Wahyu Setiawan, tindakan Bawaslu pusat menunjukkan inkonsistensi terhadap aturan-aturan yang ada.


"Ini menunjukkan inkonsistensi karena dalam hal tertentu (Bawaslu tidak bisa mengubah aturan). Sementara mereka juga melakukan koreksi atas putusan Bawaslu daerah," beber Wahyu.

KPU sebelumnya meminta penundaan seluruh putusan Bawaslu daerah yang meloloskan bacaleg napi koruptor. Namun Bawaslu memandang putusan tersebut tak bisa dilakukan lantaran surat resmi telah diterbitkan.

"Mestinya menggunakan logika yang sama, kalau Bawaslu RI bisa melakukan koreksi terhadap putusan Bawaslu daerah, maka mestinya dia bisa melakukan koreksi terhadap hal lain," tegasnya.

KPU telah merilis daftar nama bacaleg eks napi korupsi yang diloloskan Bawaslu. Total ada 38 bacaleg yang diloloskan Bawaslu melalui sengketa pencalonan.

"Rekap bacaleg mantan koruptor yang diloloskan Bawaslu total ada 38 bacaleg," jelas Ilham Saputra dalam keterangan tertulisnya.



(LDS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id