Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) M Najih Arromadloni. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) M Najih Arromadloni. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

MUI Sebut Terlibat Pendanaan Kelompok Terorisme Perbuatan Dosa

Nasional terorisme MUI Teroris Jamaah Islamiyah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf
Siti Yona Hukmana • 26 November 2021 03:46
Jakarta: Anggota nonaktif Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah ditangkap lantaran terlibat dalam pendanaan kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). MUI menyebut terlibat pendanaan terorisme salah satu perbuatan dosa.
 
"Dalam Alquran sudah jelas yaitu walataawanualismiwaludwan dan jangan lah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa," kata Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) M Najih Arromadloni dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 25 November 2021
 
Najih mengatakan perbuatan yang dilarang dalam aktivitas terorisme tidak hanya berlaku bagi pelaku lapangan. Namun, juga pihak-pihak yang membantu proses aktivitas terorisme tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam hal ini adalah terkait dengan pendanaan," ujar Najih.
 
Sebab, kata Najih, aktivitas terorisme tidak hanya melibatkan satu unsur. Ada banyak unsur yang mendukung kegiatan terorisme.
 
"Ada pendanaan, ada ideolog, ada lembaga pendidikan, dan ada unsur-unsur lain. Semua unsur yang turut membantu dalam terjadinya tindakan terorisme itu juga termasuk unsur yang diharamkan dalam agama," tegas Najih.
 
Dia menuturkan dalam sejumlah kajian MUI, ada hadis yang menyebutkan Siapa yang berdasarkan kalimatnya membuat orang melakukan dosa, maka orang tersebut juga turut mendapatkan dosanya.
 
"Dalam kapsitas ini kan saudara Zain Ahmad An-Najah terlibat di dalam kegiatan terorisme itu," ujar Najih.
 
Najih menekankan MUI mendukung dan mengapresiasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menanggulangi radikal terorisme. Dia menyebut MUI percaya tak ada kriminalisasi ulama atau islamofobia dalam penangkapan Zain.
 
"Karena kepentingan negara adalah menjaga keamanan, keselamatan rakyat, dan dalam hal ini kami memberikan dukungan dan apresiasi," kata dia.
 
Dia juga memastikan MUI bakal lebih berhati-hati ke depan agar tidak disusupi kelompok teroris. Sebab, kata dia, aktivitas terorisme sulit diketahui.
 
"Memang sangat ada di bawah tanah, sehingga kami di MUI pun tanpa ada informasi dari aparat, kami tidak mengetahui aktivitasnya (Zain) di luar MUI," ucap dia.  
 
Ahmad Zain ditangkap di kediamannya kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa dini hari, 16 November 2021. Ahmad Zain merupakan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA).
 
LAZ BM ABA adalah wadah penggalangan dana untuk operasional kelompok teroris jaringan JI. Izin lembaga itu telah dicabut Kementerian Agama pada Januari 2021.
 
Ahmad Zain juga disebut Dewan Syuro JI. Anggota MUI itu telah ditetapkan tersangka kasus tindak pidana terorisme.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif