Mendengungkan Hidup Sehat dari Layar Kaca
Presiden Direktur Metro TV Suryopratomo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Presiden Direktur Metro TV Suryopratomo memastikan pihaknya berkomitmen ikut mengampanyekan hidup sehat kepada masyarakat. Kesehatan dinilai sebagai permasalahan utama Indonesia saat ini.

"Dikatakan Bu Nila (Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek), orang yang kena penyakit hipertensi itu naik dari 22 persen sekarang menjadi 34 persen. Orang yang mengalami diabetes jumlahnya juga banyak, kalau kemudian masyarakat Indonesia tidak menerapkan pola hidup sehat, maka ini akan menjadi beban bagi negara," kata Suryopratomo di puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu, 18 November 2018.

Menurut Tommy, sapaan akrab Suryopratomo, beban itu secara nasional akan melemahkan kemampuan ekonomi dan kekuatan negara dalam pembangunan. Untuk itu, kata dia, kampanye hidup sehat menjadi keniscayaan.


"Ini suatu kampanye yang sangat baik dan Metro TV memang mendukung gerakan ini. Supaya gerakan masyarakat hidup sehat ini bukan hanya di Jakarta tapi juga di daerah," ungkap dia.

Dia menyebut sejatinya di beberapa daerah sudah ada masyarakat yang sadar akan hidup sehat. Di Trenggalek, Jawa Timur, contoh dia, ada gerakan masyarakat sehat (germas).

"Ini sesuatu yang saya kira sangat baik. Tetapi, kampanye ini tidak bisa sekali jadi, ini harus dijadikan kampanye yang terus menerus tidak pernah boleh berhenti dan Metro TV menjadi bagian dari itu," pungkas Tommy. 

Baca: Publik Diimbau Rutin Cek Kesehatan

Sementara itu, Metro TV memiliki program corporate social responsibility (CSR) berupa Metro TV Berbagi. Program ini rutin menggelar aksi donor darah hingga yang terakhir memberikan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu. 

Tommy mengatakan penyakit katarak di Indonesia selalu bertambah satu persen per tahunnya. Ada 250 ribu orang Indonesia terkena penyakit katarak. 

Menurut Tommy, masyarakat dominan terkena katarak terdapat di wilayah pantai. Pasalnya, mereka sehari-hari menatap matahari tanpa menggunakan kaca mata hitam.

"Nah, yang jadi masalah dari 250 ribu orang Indonesia kena katarak ini, 170 ribu bertahan. Namun, sekitar 80 ribu orang membutuhkan bantuan. Metro TV tertarik untuk memberikan kontribusi dalam konteks bagaimana mencegah kebutaan karena katarak," beber dia.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id