Ilustrasi prakiraan cuaca BMKG. (ANT/SYIFA YULINNAS)
Ilustrasi prakiraan cuaca BMKG. (ANT/SYIFA YULINNAS)

Angin Kencang Dampak Siklon Pabuk dan Siklon Penny

Nasional angin kencang
Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Januari 2019 19:15
Jakarta: Angin kencang yang terjadi di Pulau Jawa diketahui akibat dari Siklon Tropis Pabuk di Laut Cina Selatan yang bergerak ke selatan. Selain itu, angin kencang ini juga berasal dari Siklon Penny dari Teluk Cartepenia Australia yang bergerak ke timur ke Samudra Pasifik Barat. 

“Itu bergerak menjauh, namun yang terjadi di Indonesia itu dampak tidak langsungnya,”ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab, di kantor BMKG, Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019. 

Fachri menjelaskan, angin kencang terjadi akibat perbedaan tekanan. Lebih lanjut, diuraikan, massa udara yang bergerak di Pulau Jawa berasal dari Samudra Hindia. Udara tersebut, membawa uap air yang kemudian menjadi awan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Ketika sudah jenuh akan turun menjadi hujan. Saat ini karena ada siklon tropis, jadi massa udara yang tertarik dari sumber gradien kencang bertiupnya. Karena gradien atau perbedaan tekanan besar maka terjadilah angin kencang sekarang,” tuturnya. Baca: Biker Patut Waspada Angin Kencang saat Berkendara

Ia menambahkan, angin kencang juga terjadi di beberapa wilayah di Pulau Sumatera yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. Selain itu, Pulau Kalimantan juga Pulau Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara pun merasakan angin kencang. 

"Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat,” bebernya.

Namun, Fachri menegaskan siklon tropis tidak akan masuk ke wilayah Indonesia. Karena Indonesia terletak di ekuator.

 


(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi