Kemenhub Periksa Pesawat Seluruh Maskapai di Indonesia

Dian Ihsan Siregar 03 November 2018 01:20 WIB
Lion Air Jatuh
Kemenhub Periksa Pesawat Seluruh Maskapai di Indonesia
Petugas memeriksa kondisi pesawat terbang jenis Boeing 737 milik maskapai penerbanganLion Air sebelum terbang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/10/2018). ANT/Aji Styawan.
Jakarta: Kementerian Perhubungan tak tinggal diam menanggapi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP tujuan Jakarta-Pangkal Pinang. Kemenhub bakal menguji kemampuan terbang pesawat seluruh maskapai yang beroperasi di Indonesia.

Plt. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno mengaku pemeriksaan rutin terhadap seluruh pesawat telah dilakukan. Namun, kini pemeriksaan akan lebih ditingkatkan lagi.

"Tidak hanya khusus untuk jenis pesawat Boeing 737 Max 8, tapi terhadap semua pesawat yang beroperasi," kata Pramintohadi di Gedung Kemenhub, Jakarta, Jumat, 2 November 2018.


Pramintohadi menyebut ada sebelas unit Boeing 737 Max 8 yang beroperasi di Indonesia. Sepuluh pesawat dimiliki maskapai Lion Air dan satu unit milik Garuda Indonesia.

Dari sebelas pesawat itu, enam unit telah diperiksa secara khusus. Satu dari enam yang diperiksa diketahui mengalami masalah.

"Lion yang kita temukan, ada satu unit yang bermasalah, tapi telah kita selesaikan dengan baik," ungkap Pramintohadi.

Pesawat Lion Air PK-LQP kode penerbangan JT-610 dilaporkan hilang komunikasi pada Senin, 29 Oktober 2018, sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat dipastikan jatuh dan tenggelam di perairan Karawang, Jawa Barat.

Hingga Jumat, Polri masih terus berupaya mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat itu. Sejauh ini baru satu penumpang pesawat yang teridentifikasi, yakni Jannatun Cintya Dewi.

Kamis malam, RS Polri kembali menerima sembilan kantung jenazah. Total, sebanyak 65 kantung jenazah telah diterima RS Polri, Kramat Jati.




(DRI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id