Ketua PBNU Ingatkan Masyarakat Tak Tertipu Simbol Agama

Annisa ayu artanti 27 November 2018 06:47 WIB
pbnu
Ketua PBNU Ingatkan Masyarakat Tak Tertipu Simbol Agama
Rakernas Pengurus Besar Ikatan Almuni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII). Foto dokumen istimewa.
Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj mengingatkan masyarakat untuk tidak tertipu simbol-simbol agama. Hal itu disampaikan saat pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) Pengurus Besar Ikatan Almuni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII) dengan tema 'Satukan Negeri, Makmurkan Indonesia'.

Menurutnya, masyarakat Indonesia masih sering tertipu, terperdaya, serta terperosok dengan simbol-simbol yang menarik dan menjanjikan lewat label-label agama.

"Memang simbol sangat menarik tidak membutuhkan kecerdasan, tidak butuh jelimet analisis atau kajian. Simbol yang menarik itu menjanjikan, tapi kalau dibiarkan hanya itu very-very danger," ujar Said di Jakarta, Selasa, 27 November 2018.


Dahulu, ungkapnya, label-label agama kerap dimanfaatkan penguasa yang ingin melestarikan kekuasaannya menghadapi para oposisi. "Kalau sekarang kebalik, yang menggunakan label-label simbol agama orang-orang yang sangat tamak dan rakus terhadap kekuasaan," tegasnya.

Sementara itu, ia menilai tujuan Rakernas PB IKA-PMII relevan dan realistis dalam mengatasi permasalahan situasi sosial, ekonomi, politik di Indonesia untuk menyatukan kembali Indonesia sesuai ajaran Alquran ummatan wasathan yang berarti petunjuk yang lurus dan benar.
 



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id