Menpan RB Syafruddin (tengah). Foto Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Menpan RB Syafruddin (tengah). Foto Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Kemenpan RB Gelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Nasional pelayanan publik
Kautsar Widya Prabowo • 14 Agustus 2019 20:48
Jakarta: Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) berupaya untuk mendorong penyelenggara negara dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Salah satunya dengan mengembalikan penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di lingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah serta BUMN/BUMD.
 
Menpan RB Syafruddin mengatakan, kompetisi telah berlangsung dimulai dari menyaring 99 inovasi yang dinggap unggul, hingga mengerucut kepada top 45. Ia menilai penyelenggara negara memiliki antusias yang tinggi dalam menunjukan keunggulan hasil program inovasi pelayanan publik.
 
"Saat ini tahap proses seleksi (top 45) dimulai dari 31 Juli-10 Agustus. Nanti akan diseleksi untuk dikirim ke PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) untuk diperlombakan, dievaluasi, diuji dan sebagainya," ujar Syafruddin di Kementerian PAN-RB, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah untuk membawa hasil inovasi unggul tersebut ke tingkat internasional, agar Indonesia kembali mendapatkan predikat terbaik program inovasi pelayanan publik dari PBB. Pasalnya Indonesia sudah meraih predikat itu dua tahun belakangan ini.
 
"Dengan top 45 itu diharapkan dapat memberikan award negara yang mengajukan inovasi pelayanan publik, insyallah kita mendapatkan lagi," tuturnya.
 
Mantan Wakapolri itu menegaskan, khusus untuk inovasi pelayanan publik dari pemerintah daerah yang masuk top 45 akan mendapatkan bantuan dana melalui Kementerian Keuangan. "Memberikan Dana Insentif Daerah (DID) terakait dengan inovasi pelayanan publik untuk anggaran 2020," jelasnya.
 
Ia memperkirakan pengumuman top 45 akan dilaksankan pada pertengahan September. Penghargaan akan langsung diberikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
 
Lebih lanjut, peserta yang nantinya memenangkan kompetisi, diharapkan dapat semakin meningkatkan pelayan publik. "Apa yang kita lakukan untuk membangun kepercayaan publik pada aparat negara atau instansi di pusat dan daerah, semakin terdorong memberikan yang terbaik pelayanan masyarakat," tuturnya.
 
Saat ini proses wawancara serta verivikasi dan observasi lapangan terhadap top 45 inovasi pelayanan publik masih berlangsung. Peserta dipersilahkan mengikutsertakan dua inovasi.
 
"Ada delapan kementerian dengan jumlah sembilan inovasi, empat lembaga empat inovasi, lima provinsi dengan lima inovasi, 16 kabupaten dengan memunculkan 17 inovasi, sembilan kota madya dengan sembilan inovasi dan satu BUMN dengan satu inovasi," jelasnya
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif