Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. ANT/Adwit B Pramono
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. ANT/Adwit B Pramono

Kemenkominfo Temukan 20 Akun Asing Penyebar Hoaks di Papua

Nasional hoax
Sonya Michaella • 04 September 2019 04:58
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menemukan 20 akun asing penyebar hoaks di Papua. Akun-akun ini ditelusuri berasal dari negara-negara Eropa.
 
"Ada dari 20 negara. Ada yang dari Eropa. Tapi belum tentu pemilik akun itu adalah warga negara itu," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 3 September 2019.
 
Terang Rudiantara, akun-akun ini selain menyebarkan hoaks soal Papua, mereka juga menghasut. Akun-akun tersebut juga kerap membagikan informasi yang salah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau menghasut sudah keterlaluan. Tolak ukurnya itu, ya hoaks. Kita juga tidak akan menuduh hoaks jika tidak ada buktinya," ucap dia.
 
Rudiantara juga mengimbau agar masyarakat membantu pemerintah dengan tidak menyebarkan berita yang salah atau bahkan hoaks. Informasi yang keliru dapat semakin memperkeruh suasana di Bumi Cenderawasih itu.
 
"Bukan hanya pemerintah saja yang melakukan, tapi masyarakat juga bisa membantu. Kalau dapat berita, cek dulu. Kalau tahu hoaks ya hapus saja," tuturnya.
 
Selain itu, Kemenkominfo juga telah memblokir sekitar 555 ribu Lokator Sumber Seragam (LSS), yang juga dikenal dengan Uniform Resource Locator (URL)yang terbukti menyebarkan hoaks. URL ini mayoritas didapat di media sosial Twitter.
 
"Akun yang memang ada pemiliknya itu sekitar 100 ribu. Yang lain buzzer atau akun palsu. Ada yang dari internasional, ada yang dari dalam negeri," pungkasnya.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif