Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Miniswalayan Bekasi Diminta Laporkan Intimidasi Ormas

Nasional premanisme
Candra Yuri Nuralam • 05 November 2019 13:06
Jakarta: Polres Bekasi, Jawa Barat, menunggu laporan pengelola miniswalayan terkait dugaan intimidasi organisasi massa (ormas). Polisi membutuhkan informasi dari korban.
 
"Kalau ada laporan pidana tentang pengancaman, kekerasan itu pasti kita tunggu dan tindak," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Bekasi Kompol Arman saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 5 November 2019.
 
Menurut dia, laporan dibutuhkan karena segala tindakan kepolisian harus berdasarkan hukum. Dia tidak mau pihaknya gegabah dan berakhir dengan kesalahpahaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita bicara pidana kita harus berbicara unsur pidananya. Kalau ada kekerasan, unsur kekerasan, dan pelapornya pasti kita tindak," ujar Arman.
 
Arman menyebut polisi baru mengumpulkan berbagai pihak untuk berbicara terkait video viral yang menggambarkan adanya perebutan lahan parkir. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi jika ada kerusuhan lanjutkan.
 
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kata dia, sudah bermusyawarah. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, Komandan Kodim 0507 Kolonel Inf Rama Pratama, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan aliansi ormas sudah mencari titik temu.
 
Arman menepis Korps Bhayangkara tidak melakukan langkah apa pun dalam kasus ini. Pihaknya sedang mendalami surat tugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bekasi yang menginstruksikan ormas mengelola parkir di miniswalayan.
 
Sebelumnya, beredar video sekelompok ormas 'memaksa' agar miniwalayan bekerja sama dalam pengelolaan parkir. Dalam video itu, Kepala Bapenda Aan Suhanda meminta minimarket memperbolehkan ormas menarik retribusi parkir.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif