Calon PMI non prosedural sedang dilatih di BLKLN Restu Putri Indonesia. (Foto: Dok. Kemenaker)
Calon PMI non prosedural sedang dilatih di BLKLN Restu Putri Indonesia. (Foto: Dok. Kemenaker)

Kemenaker Amankan 20 Calon Pekerja Migran Non Prosedural

Nasional berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 17 Mei 2019 16:46
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berhasil mengamankan 20 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga akan ditempatkan secara non prosedural. Para PMI tersebut akan ditempatkan di Singapura, Brunei Darussalam, dan Hong Kong.
 
Kasubdit Perlindungan TKI Direktorat PPTKLN Kemenaker Yuli Adiratna menjelaskan pengamanan 20 PMI non prosedural saat pihaknya melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Restu Putri Indonesia di Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Kamis, 16 Mei 2019.
 
Awalnya sidak dilakukan di penampungan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT DPBM, Bekasi. Dari hasil sidak, didapati informasi bahwa 20 orang calon PMI PT DBPM sedang dilatih di BLKLN Restu Putri Indonesia. Sidak pun dilanjutkan ke BLKLN Restu Putri Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tim kami menemukan 20 orang calon pekerja migran yang tidak dilengkapi dokumen persyaratan,” kata Yuli, dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Dari hasil sidak, diduga ke-20 orang calon pekerja migran tersebut akan ditempatkan secara non prosedural ke Singapura, Brunei, dan Hongkong. Hal ini didasarkan pada temuan bahwa P3MI PT DBPM maupun BLKLN tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen persyaratan calon pekerja migran.
 
“Pada 2018, tim Kemenaker juga pernah melakukan sidak ke BLKLN Restu Putri dan ditemukan 100 orang calon pekerja migran yang tidak memiliki dokumen persyaratan PMI,” kata Yuli menjelaskan.
 
Kemenaker Amankan 20 Calon Pekerja Migran Non Prosedural
(Para PMI tersebut akan ditempatkan di Singapura, Brunei Darussalam, dan Hong Kong. Foto: Dok. Kemenaker)
 
Selanjutnya, keseluruhan calon pekerja migran diamankan ke Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Kementerian Sosial (Kemensos) di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.
 
"Tim Pelindungan PMI akan mendalami kasus ini dan akan mengkoordinasikan dengan Pengawas Ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti penanganan kasus ini,” katanya.
 
Sidak ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait meninggalnya PMI Dwi Kurnia Pratiwi, asal Kabupaten Dompu, NTB. Sebelum meninggal, Dwi bekerja di Singapura sejak awal 2019 selama kurang lebih empat bulan.
 
Dwi dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sakit. Kepulangan Dwi dijemput oleh PT DPBM lalu dibawa ke penampungan PT DPBM selama beberapa hari sebelum dibawa ke Rumah Sakit Hermina, Daan Mogot, Jakarta Barat.
 
Yuli mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan bujukan kemudahan bekerja ke luar negeri dengan mengesampingkan kelengkapan dokumen persyaratan.
 
"Diharapkan, calon pekerja migran dapat memanfaatkan Layanan Terpadu Satu Atap atau Dinas Ketenagakerjaan di masing-masing kabupaten/kota, untuk mendapatkan informasi dan pelindungan secara optimal,” ujar Yuli, mengimbau.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif