NEWSTICKER
Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

KPK Sebut Anggota DPR Dites Korona Positif Korupsi Hoaks

Nasional Virus Korona hoax
Candra Yuri Nuralam • 26 Maret 2020 07:25
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah menyebut legislator yang memeriksakan diri terkait virus korona (covid-19) berbuat korup. Hal ini ditegaskan setelah gambar akun Twitter mengatasnamakanKPK menuliskan "Anggota DPR dites corona malah positif korupsi", viral.
 
Pelaksana tugas (plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyebut tangkapan layar yang beredar di media sosial itu hasil editan orang tak bertanggung jawab. Lembaga Antirasuah menyayangkan aksi ini dilakukan di tengah penyebaran virus korona.
 
"Kami harap dalam situasi yang sulit ini semua pihak dapat lebih berempati sekaligus bertanggung jawab untuk menjaga diri tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain, termasuk membuat dan menyebarkan hoaks," kata Ali kepada Medcom.id, Kamis, 26 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, KPK telah mengklarifikasi gambar tersebut melalui akun Twitter dan Instagram resmi. Ali menjelaskan jika melihat waktu publikasi dari foto itu, kicauan KPK sejatinya berisikan soal informasi layanan Lembaga Antirasuah.
 
"Waktu posting-an gambar tersebut adalah (Senin) 23 Maret 2020, pukul 05.12 WIB. Pada tanggal tersebut posting-an pertama akun Twitter @KPK_RI adalah tentang penyesuaian layanan publik KPK," ujar Ali.
 

KPK Sebut Anggota DPR Dites Korona Positif Korupsi Hoaks
Tangkapan layar hoaks KPK sebut legislator memeriksakan diri terkait korona terindikasi korupsi. Foto: Istimewa
 
Baca: Penyebar Hoaks Korona Hingga Penimbun Masker Bakal Dituntut Berat
 
Ali menekankan penyebaran hoaks ini tak boleh dilakukan. Seluruh elemen masyarakat, kata dia, harus bergotong royong untuk membantu penyelesaian wabah korona.
 
"KPK mengajak semua pihak untuk ikut mencegah penyebaran covid-19, termasuk salah satunya dengan ajakan BDR (bekerja dari rumah), tagar #dirumahaja, dan berbagi informasi berupa bacaan, dongeng, video, podcast antikorupsi secara online," tutur Ali.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif