NEWSTICKER
Konferensi pers kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak melalui media online - Medcom.id/Zaenal Arifin.
Konferensi pers kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak melalui media online - Medcom.id/Zaenal Arifin.

Ekploitasi Anak Meningkat Sejalan dengan Kemajuan Teknologi

Nasional prostitusi
Zaenal Arifin • 18 Februari 2020 06:37
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut kejahatan seksual terhadap anak terus berkembang. Perkembangan eksploitasi anak ini bahkan sejalan dengan kemajuan teknologi.
 
"Kejahatan itu tetap saja kejahatan, seperti kita mengembangkan diri kita, dan mereka juga mengembangkan dirinya juga menggunakan teknologi yang sama," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangarepan, dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA), Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.
 
Menurut Semuel, untuk menangkal kejahatan ini, diperlukan pengetahuan yang sesuai dengan porsi anak dalam menggunakan gawai untuk berselancar di dunia maya maupun media sosial. Sehingga, si anak tidak menjadi korban dari jaringan perdagangan manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di era digital ini memang memberikan kemudahan yang banyak sekali membantu kita, tapi juga banyak disalahgunakan, makanya kuncinya adalah literasi, literasi, literasi," ujarnya.
 
Pengetahuan yang diberikan kepada anak, kata Semuel, bukan hanya terkait dengan teknologi digital. Melainkan juga perihal dengan pendidikan untuk mengenal daerah intim anak.
 
"Pengetahuan seksualitas atau mengetahui tubuh (daerah intim) dari anak itu, 'tubuh saya adalah privasi saya', itu jga harus diajarkan, jadi mereka bisa melaporkan kalau ada orang yang bertindak di luar norma yang sudah diajarkan," kata dia.
 
Ekploitasi Anak Meningkat Sejalan dengan Kemajuan Teknologi
Ilustrasi: Medcom.id
 
Komunikasi di dalam rumah juga diperlukan untuk menjalin nuansa kekeluargaan. Terpenting, pada waktu tersebut penggunaan gawai dihentikan sementara.
 
"Ruang digital ini memang ruang baru, di mana memang kita belum tahu cara menggunakannya, belum tahu kesadaran apa yang harus dibangun, belum tahu pengetahuan apa yang harus kita miliki untuk bisa mendiami ruang ini dengan produktif, lebih berguna, nah ini memang perlu literasi," kata dia.
 
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan beberapa korban perdagangan manusia dan kasus kejahatan seksual anak yang dilaporkan kepada pihaknya berawal dari penggunaan gawai. Anak-anak yang dilaporkan disebut rajin berselancar di media sosial.
 
"Tentu ini warning (peringatan) buat semua, baik guru, orang tua dan masyarakat Indonesia," ujar Susanto.
 
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Piter Yanottama, mengatakan informasi lowongan pekerjaan di media sosial menjadi salah satu modus eksploitasi seksual terhadap anak-anak sekarang. Mereka dijanjikan bekerja di sebuah rumah makan dan kebanyakan dari mereka berasal dari luar Jakarta.
 
"Untuk saat ini modus tren kejahatannya (eksploitasi seksual anak) adalah diawali menebar informasi-informasi yang menggiurkan terutama soal lapangan kerja di medsos," kata Piter.
 

 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif