Teroris Tanggung Jawab BNPT
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Laksda (Purn) Soleman B Ponto. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Soleman Ponto menilai keliru jika banyak yang menganggap bahwa serangkaian peristiwa teror yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh intelijen negara yang ceroboh.

Menurut dia, penanganan masalah terorisme bukan tugas pokok intelijen melainkan kewajiban Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Perlu diketahui sebelum 2010 tanggung jawab teroris memang ada di intelijen, tapi sejak BNPT lahir kita serahkan semuanya ke BNPT. Masalah teroris itu tugas pokok BNPT," ujarnya, dalam Breaking News Metro TV, Rabu, 17 Mei 2018.


Soleman mengatakan sejak awal BNPT memang dikhususkan menangani persoalan terorisme. Bahkan aturannya jelas secara formal yuridis. 

Ia pun kemudian mempertanyakan mengapa ketika aksi terorisme pecah di sejumlah daerah, tanggung jawab justru dibebankan pada kepolisian, TNI, dan Badan Intelijen Negara.

"BIN banyak sekali kerjaannya; ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya ada di sana. Tapi BNPT tugasnya hanya satu; teroris. Tugas TNI banyak, kepolisian apalagi," katanya.

Soleman menduga pengawasan anggota jaringan teroris yang dilakukan BNPT tak seperti yang pernah dilakukan oleh BAIS atau lembaga lain yang bisa menjalankan fungsi intelijen. Dampaknya, banyak sel tidur yang tiba-tiba bangkit dan melakukan serangan tanpa bisa dicegah.

"Saya tidak tahu apakah setelah tugas pokok penanganan teroris itu diserahkan ke BNPT (fungsi intelijen) dijalankan atau tidak. Tapi sepanjang saya tahu yang dilakukan BNPT adalah deradikalisasi. Jadi tidak tiba-tiba muncul anggapan intelijen lalai, harus ditanya dulu ke BNPT. Masyarakat juga perlu tahu," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id