Bamsoet: Status Bencana Nasional Pengaruhi Pariwisata di Lombok

Whisnu Mardiansyah 20 Agustus 2018 11:40 WIB
Gempa Lombok
Bamsoet: Status Bencana Nasional Pengaruhi Pariwisata di Lombok
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo khawatir penetapan status bencana nasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan memengaruhi kunjungan pariwisata di pulau tetangga Bali itu. Pasalnya, tidak semua pariwisata di Lombok terdampak gempa.

"Jadi kenapa pemerintah terlihat belum juga menyatakan bahwa Lombok merupakan bencana nasional, sebenarnya dapat dipahami karena keputusan itu tentu akan memengaruhi kunjungan pariwisata," kata Bamsoet sapaan karibnya di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Agustus 2018.

Namun, jika pemerintah pusat pada akhirnya menetapkan status bancana nasional di Lombok, DPR mendukung penuh. Bamsoet menyampaikan memang khusus bencana gempa bumi di Lombok butuh perhatian penuh dari pemerintah pusat.


Baca: Gempa Lombok Timur Merupakan Aktivitas Baru

Tercatat sejak gempa besar 7,0 magnitude pada 5 Agustus lalu, ratusan gempa susulan terjadi. Ratusan ribu warga kini masih bermukim di pengungsian.

"Hari ini, besok, atau lusa pemerintah menyatakan lombok bencana nasional maka DPR akan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah. Memang faktanya berulang-ulang gempa itu terjadi di Lombok dan makin lama makin banyak memakan korban," jelas Bamsoet.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan status mengenai bencana gempa bumi di Lombok tak perlu lagi diperdebatkan. Pemerintah belum perlu menaikkan statusnya menjadi bencana nasional.

Menurut Willem, tanpa status bencana nasional pun pemerintah pusat saat ni telah total turun langsung menangani bencana gempa bumi di Lombok. Seluruh sektor kementerian dan lembaga terkait telah mengerahkan perannya masing-masing.

"Kenyataan di lapangan sumber daya nasional sudah dikerahkan dari BNPB, Kemensos, Kemendikbud, Kominfo, Kemenkes, dan banyak sekali," kata Willem di Posko Terpadu, Lapangan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat 10 Agustus 2018 lalu.

Gempa berkekuatan 6,5 skala Richter (SR) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa itu terjadi pukul 11.10 WIB, Minggu, 19 Agustus 2018.

Dalam akun Twitternya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut titik gempa ada di 8.24 LS,116.66 BT di kedalaman 10 km. Posisi itu berada 32 km timur laur dari Lombok Timur.

Pada pukul 11.06 WIB, gempa dengan kekuatan 5,4 SR juga sempat terjadi. Pusat gempa berada di 8.29 LS, 116.62 BT di kedalaman 10 km, sekitar 25 km timur laut Lombok Timur.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id