Yahya Sebut Radikalisme Harus Diatasi secara Global
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf sebelum mengikuti pelantikan sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta. Foto: Antara/Wahyu Putro A.
Jakarta: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf menilai penanganan radikalisme tak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Harus ada kerja sama dengan negara lain untuk menyelesaikan masalah ini.

"Sebetulnya sejak lama kami sudah mengartikulasikan pandangan-pandangan bahwa masalah radikalisme ini harus diatasi melalui konsolidasi global," kata Yahya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. 

Menurut dia, pemerintah perlu berkomunikasi intensif dengan negara strategis dan organisasi besar di dunia, seperti negara di Timur Tengah dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Komunikasi itu dinilai dapat memudahkan pemerintah mencari solusi dalam pemberantasan terorisme. 


"Karena masalah ini global, yang menjadi concern dan tanggung jawab seluruh dunia," ucap Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Baca: BNPT Pantau Kepulangan Ratusan Simpatisan ISIS

Menurut dia, NU sudah lama mendorong kerja sama lintas internasional untuk memberantas terorisme. Hanya, pemerintah selama ini belum bergerak.

"Indonesia tidak bisa hanya melakukan sendirian dan tidak bisa meng-address masalah-masalah yang sifatnya domestik terkait radikalisme, tapi harus konsolidasi dengan masyarakat internasional," pungkas dia. 





(OGI)