Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam acara Laporan Tahunan Komnas HAM 2019.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam acara Laporan Tahunan Komnas HAM 2019.

Sepanjang 2019, Komnas HAM Terima 4.778 Aduan Pelanggaran

Nasional pelanggaran ham komnas ham
Fachri Audhia Hafiez • 05 Oktober 2020 15:34
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima ribuan pengaduan terkait dugaan pelanggaran HAM sepanjang 2019. Pelanggaran itu menyentuh hak atas rasa aman, kesejahteraan, dan keadilan.
 
"Komnas HAM menerima 4.778 berkas pengaduan yang sudah kategorikan sebagai dugaan pelanggaran HAM," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam sambutannya secara virtual, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Menurut Taufan, aduan tersebut meliputi dari berbagai bidang seperti agraria, perburuhan, dan pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kekerasan akibat peristiwa politik karena mengabaikan kemanusiaan dan keadilan tak luput diadukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komnas HAM turut mencermati politik kekerasan yang muncul di ranah media sosial. Situasi tersebut memunculkan dugaan pelanggaran HAM seperti berita bohong atau hoaks.
 
"Intoleransi dan ekstremisme dengan kekerasan juga dipicu oleh politik kekerasan di dunia digital di antaranya melalui hoaks dan ujaran kebencian," ujar Taufan.
 
Baca: Mahfud MD Bentuk TGPF Penembakan di Intan Jaya
 
Taufan tak menampik banyak peristiwa politik di 2019 yang cenderung mengarah ke pelanggaran HAM. Tantangan untuk menyelesaikan sejumlah kasus dugaan pelanggan HAM juga tak mudah.
 
Untuk mencegah peristiwa yang berulang, Komnas HAM menerbitkan norma dan pengaturan seperti tentang atas kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kemudian tentang hak atas kebebasan berkumpul dan berorganisasi sebagai kaidah dan petunjuk dalam mendorong penghormatan perlindungan dan pemenuhan HAM.
 
"Banyak upaya yang dilakukan dalam rangka pemajuan dan penegakan hak asasi manusia," ucap Taufan.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif