ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Pengeroyok Anggota Brimob

Nasional penganiayaan
Octavianus Dwi Sutrisno • 26 Desember 2018 20:18
Depok: Kepolisian Resor Kota Depok, menetapkan lima orang sebagai tersangka pengeroyok personel Sumber Daya Manusia (SDM) Korbrimob Ipda Ishak. Penetapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap 13 oknum anggota Ormas Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) itu. 

"Kita menetapkan lima orang. Mereka ini anggota ormas yang diduga melakukan pengeroyokan atau pengancaman terhadap anggota Brimob saat itu," kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Didik Sughiarto, di Mapolresta Depok Rabu, 26 Desember 2018.

Didik mengatakan, hingga saat ini, polisi masihmengembangkan kasus tersebut. Tak menutup kemungkinan jumlah tersangka penganiayaan akan bertambah. Sejumlah barang bukti seperti seragam dan alat pengeras suara sudah disita polisi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Alat pengeras suara ini, digunakan  salah satu tersangka untuk meneriaki dan mengancam korhan untuk berhenti. Kemudian, kita amankan barang bukti lainnya," katanya. Kelima tersangka dijerat Pasal 170, Pasal 335 dan Pasal 358 Juncto Pasa 55 ayat dengan ancaman pidana kurang lebih lima tahun penjara. 

Pengeroyokan diketahui setelah Ishak melapor ke Satuan Intel (Sat Intel) pada Selasa, 25 Desember 2018 pukul 17.00 WIB. Ishak mengaku mendapatkan perlakuan tidak wajar, yakni pemukulan dari beberapa oknum masyarakat berseragam Ormas BPPKB Banten yang mengatur putaran Jalan Juanda, Depok, dengan membawa kardus bertuliskan 'Bantuan Tsunami Banten'.

Pukul 18.00 WIB, anggota Sat Intel dan Subdit Paminal dan Propam Korbrimob mendatangi TKP dan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) terhadap korban Ipda Ishak. Selain itu, juga meminta keterangan kepada petugas lantas Aiptu Heri serta masyarakat sekitar TKP.

"Dari beberapa sumber membenarkan adanya kejadian pengeroyokan terhadap Ipda Ishak oleh Ormas BPPKB Banten," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Menurut Argo, pengeroyokan itu dipicu saat Ipda Ishak berputar balik dari arah Margonda, Depok. Ishak menyarankan mereka tidak memberhentikan kendaraan terlalu lama, karena menimbulkan kemacetan.

"Mendengar penyampaian korban, para pelaku tidak terima dan menendang mobil korban. Lalu Ipda Ishak bilang saya polisi tetapi Ormas BPPKB Banten langsung meludah dan merobek baju Ipda Ishak," ujar Argo.



(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi