Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Masyarakat Diimbau Menjauhi Pantai di Selat Sunda

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Achmad Zulfikar Fazli • 26 Desember 2018 00:15
Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi pesisir, atau pantai dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer. Pasalnya, Gunung Anak Krakatau masih melakukan erupsi.
 
"Erupsi vulkanik yang mengakibatkan tremor atau getaran, juga cuaca ektream yang masih terjadi dan gelombang laut yang masih terjadi. Maka kami meminta agar masyarakat tetap waspada dan menghindari lokasi pesisir atau pantai dalam radius 500 meter sampai 1 kilometer," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kantor BMKG, Jakarta, Selasa, 25 Desember 2018.
 
Menurut dia, erupsi ini berpotensi tsunami. Sebab, aktivitas itu bisa menimbulkan longsornya tebing kawah Gunung Anak Krakatau ke laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Cerita Korban Tsunami: Malam Itu, Laut Tampak Tenang
 
BMKG telah mengembangkan aplikasi sistem pemantauan yang berfokus kepada aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sehingga, BMKG bisa memberikan peringatan yang lebih cepat kepada masyarakat, jika sewaktu-waktu terjadi tsunami kembali.
 
"Jadi perlu ada sistem yang ini kita kembangkan aplikasi khusus untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang bisa memicu longsor dan tsunami," ujar dia.
 
Dwikorita meminta masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda untuk terus memonitor informasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi itu bisa dilihat dari situs media sosial milik BMKG atau aplikasi mobile BMKG, dan aplikasi mobile Magma Indonesia.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi