Petugas Basarnas mempersiapkan helikopter AS-365 N3+ di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jumat (23/6/2017). Basarnas menyiagakannya untuk antisipasi evakuasi keadaan darurat pemudik selama 24 jam saat arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Jateng. ANTARA FO
Petugas Basarnas mempersiapkan helikopter AS-365 N3+ di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jumat (23/6/2017). Basarnas menyiagakannya untuk antisipasi evakuasi keadaan darurat pemudik selama 24 jam saat arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Jateng. ANTARA FO

Mengenal Helikopter Basarnas yang Jatuh di Dieng

Nasional basarnas
Meilikhah • 03 Juli 2017 15:53
Metrotvnew.com: Musibah jatuhnya helikopter Basarnas yang menewaskan delapan orang awak dan penumpang di Dieng, Jawa Tengah, tergolong ironis. Helikopter tersebut jatuh ketika menjalankan misi menyelamatkan korban letusan Kawah Seleri, Dieng.
 
Usia helikopter AS365 N3+ Dauphin berwarna orange terang khas SAR itu pun masih sangat baru, kurang dari lima tahun. Spesifikasi helikopter yang dirakit PT Dirgantara Indonesia atas lisensi dari Airbus Helicopter (Eurocopter) itu tidak biasa-biasa saja.
 
Ciri khas AS365 series adalah bilah-bilah antitorque tail rotor yang seolah berada di dalam sayap rudder. Tidak berada di samping kiri sayap rudder seperti helikopter pada umumnya. Ini membuat tampilan heli sepanjang 13,7 meter dan tinggi 4 meter ini selain aerodinamis juga bergaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dua mesin Turbomeca Arriel 2C turboshaft  sumber tenaganya menjadikan AS365 N3+ sebagai helikopter yang punya kemampuan tinggi. Kecepatan mendakinya dalam kondisi penuh berisi 11 penumpang adalah 9 meter/detik, kecepatan terbang puncak 306 km/jam, mampu terbang setinggi 5 ribu kilometer di atas permukaan laut dan daya jelajahnya lebih dari 800 kilometer.
 
Mengenal Helikopter Basarnas yang Jatuh di Dieng
 
Fitur lain yang membuatnya cocok untuk tugas-tugas SAR adalah sistem autopilot 4-axis. Berkat fitur ini AS365 N3+ mampu mempertahankan stabilitas hovering ketika harus mengangkat korban dari lokasi musibah, bahkan dalam kondisi cuaca buruk.
 
Unit helikopter AS365 N3+ Dauphin milik Basarnas juga memiliki semua fitur utama di atas. Bahkan mendapat tambahan Forward Looking Infrared Camera (FLIR) untuk melacak keberadaan korban dan radar cuaca di bagian dalam cangkang hidungnya yang panjang.
 
baca juga: Upacara Militer untuk Korban Jatuhnya Heli Basarnas
 
Basarnas saat ini memiliki dua unit  AS365 N3+ Dauphin yang diterima pada 2014 dan 2016. Salah satunya Basarnas siagakan di tol darurat ruas Gringsing dengan tugas evakuasi pemudik yang butuh penanganan medis cepat dari tengah kemacetan panjang. Helikopter inilah yang ditugaskan membantu penanganan korban letusan Kawah Seleri, Dieng, Minggu (3/7/2017) petang.
 
Selain Basarnas, Polri dan TNI AL juga memesan AS365 N3+ Dauphin kepada PT Dirgantara Indonesia. Helikopter yang TNI AL pesan bukan untuk keperluan SAR tetapi patroli laut dan serangan anti kapal selam. Populasi AS365 N3+ Dauphin di seluruh dunia sekitar 200-an unit, termasuk milik US Cost Guard yang merupakan pengguna terbesarnya.
 

 

 
 
(LHE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif