BIN vaksinasi covid-19 di Sulut. (Istimewa)
BIN vaksinasi covid-19 di Sulut. (Istimewa)

BIN Genjot Capaian Vaksin Dosis 2 dan Booster di Sulut

Nasional pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Booster Sulawesi utara
Lukman Diah Sari • 12 Mei 2022 22:20
Jakarta: Badan Intelijen Negara (BIN) semakin mengintensifkan vaksinasi covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) usai libur Lebaran 2022. Akselerasi vaksinasi dilakukan untuk mengejar capaian sasaran dosis kedua dan booster
 
Data Kementerian Kesehatan per Kamis, 12 Mei 2022, menunjukkan cakupan vaksinasi dosis pertama di Sulut mencapai 89,73 persen. Angka ini setara 1,87 juta penduduk dari target yang ditetapkan 2,08 juta orang. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua tembus 66.61 persen dan dosis ketiga 13 persen. 
 
"Tantangan kegiatan vaksinasi antara lain faktor geografis karena Sulut terdiri atas pulau-pulau di perbatasan negara," ujar Menurut Kepala BIN Daerah Sulawesi Utara (Kabinda Sulut) Laksamana Pertama TNI Adriansyah dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adriansyah menerangkan kendala itu tidak menyurutkan semangat pihaknya untuk menggecarkan vaksinasi covid-19. Khususnya demi memberikan layanan vaksinasi di tempat terpencil, terdalam, terjauh, dan terluar (4T).
 
"Dengan kerjasama berbagai pihak, terutama Dinas Kesehatan, Pemda, TNI/Polri, kita akan terus gencarkan vaksinasi ke semua wilayah Sulut, demi terbentuknya kekebalan komunal di setiap wilayah tersebut," kata dia. 
 
Dia mengaku capaian vaksiasi di Sulut harus digenjot. Lantaran masih ada empat daerah yang masih menerapkan PPKM level 3, yaitu Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Bolaang Mongondow (Bolmong), dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). 
 
"Status pandemi di Sulut secara umum terus membaik, namun kita harus tetap gencarkan vaksinasi dan protokol kesehatan agar semakin banyak wilayah yang turun level PPKM," jelas dia.
 
Baca: Khofifah Minta Yankes Aktif Gelar Vaksinasi Booster untuk Calon Jemaah Haji
 
Dia menjelaskan seusai libur Lebaran perlu dilakukan mitigasi covid-19. Sehingga tidak terjadi peningkatan kasus covid-19 yang signifikan. 
 
Adriansyah menerangkan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan kasus covid-19. Bukan cuma dengan vaksinasiasi, tapi juga menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. 
 
"Kita akan terus ingatkan kembali, pandemi masih ada, ancaman infeksi covid-19 juga masih ada, mari kita lengkapi vaksinasi hingga dosis booster dan budayakan protokol kesehatan," pesan Adriansyah.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif