Ketua DPR Khawatir Ruang Kerjanya jadi Sasaran Teroris

Ilham wibowo 04 Juni 2018 12:42 WIB
terorisme
Ketua DPR Khawatir Ruang Kerjanya jadi Sasaran Teroris
Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) memberikan keterangan kepada awak media seusai meninjau lokasi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5). (Foto: Antara/Didik Suhartono).
Jakarta: Pengamanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta diminta ditambah usai terduga teroris kedapatan menargetkan DPR jadi serangan aksi peledakan bom. Permintaan itu diinstruksikan langsung Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). 

"Saya tidak terlalu yakin betul, tapi bagi kita harus waspada ancaman sekecil apa pun karena jangan sampai terjadi (ledakan) di gedung ini," kata Bamsoet di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Ia khawatir anggota DPR menjadi sasaran serangan terorisme. Semua pihak pun diharapkan memaklumi ketatnya akses masuk ke DPR belakangan ini.


"Kawan-kawan nanti jangan terganggu karena untuk keamanan bersama kalau ada sedikit pengetatan mohon dimaklumi, untuk keselamatan kita bersama. Saya tidak ingin juga nanti sudah pamit dengan anak di rumah tetapi pulang tidak sampai rumah, nauzubillahiminzalik," ujarnya. 

Baca juga: Pengamanan DPR Diminta Diperketat

Motif yang dilakukan terduga terorisme dari sel jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) itu masih didalami ihwal menjadikan DPR sebagai target serangan. Bamsoet meyakini rencana aksi terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Polri di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI) itu tak terkait kinerja DPR. 

"Jauh lebih dahsyat kalau meledaknya di ruang ketua DPR karena pasti seluruh media memberitakan karena ada wartawan. Kan yang dikejar oleh teroris adalah gaungnya," tutur politikus Golkar ini. 

Lebih lanjut, dia meminta titik-titik rawan di Kompleks Parlemen bisa dikontrol oleh petugas. Akses masuk pengunjung bakal melalui jalur satu pintu utama agar mudah mengawasi. 

"Karena beberapa ada pintu-pintu masuk tikus yang harus segera ditutup dan kalau bisa sedikit mungkin pintu masuk ini, sehingga bisa dikontrol. Metal detector juga dipasang di seluruh pintu masuk, terutama di tempat kita-kita berkumpul atau bergerombol," ujar dia. 

Baca juga: Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di UNRI

Ia juga meminta semua pihak waspada dengan gerak-gerik orang yang mencurigakan di area parlemen. Pengunjung yang membawa ransel bakal diminta menunjukan isi bawaannya. 

"Apalagi kalau bawa tas yang ransel itu harus hati-hati karena kemarin ditemukan semua peralatan yang siap meledak," pungkasnya. 



(HUS)