Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . Foto : Medcom/Annisa Ayu.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . Foto : Medcom/Annisa Ayu.

The New Normal Picu Gelombang Dua Penyebaran Covid-19

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 18 Mei 2020 11:27
Jakarta: Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) disebut bakal membuat gelombang kedua penyebaran virus korona (covid-19). Pemerintah dalam waktu dekat akan menerapkan skenario The New Normal pada lingkup Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
"Masalah penyebaran covid-19 diabaikan. Ini bisa menimbulkan gelombang kedua penyebaran covid-19," kata pengamat kebijakan dari Universitas Trisakti, Trubus Radiansyah, kepada Medcom.id, Senin, 18 Mei 2020.
 
Menurut dia, aspek kesehatan saat inimenjadi tanggung jawab masing-masing individu. Meningkatkan imunitas menjadi langkah untuk menjaga diri dari virus covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebijakan tersebut tentunya bertolak belakang dengan aturan PSBB. Tidak menutup kemungkinan sejumlah daerah tidak lagi memperpanjang PSBB, bahkan tak lagi memberlakukan PSBB.
 
"Akhirnya berpengaruh ke PSBB ke tempat lain. Seperti di Ciamis, saya lihat kalau enggak efektif tidak diperpanjang," ujar dia.
 
Baca: Pemerintah Dinilai Prioritaskan Ekonomi Ketimbang Kesehatan Masyarakat
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginstruksikan kepada karyawan perusahaan pelat merah untuk masuk kerja seperti biasa dan menjalankan tahapan The New Normal per 25 Mei 2020.
 
Instruksi tersebut tercantum dalam surat edaran yang ditujukan oleh Direktur Utama BUMN No S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020 tentang antisipasi skenario New Normal Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Seluruh pegawai BUMN harus masuk dan mengikuti protokol perlindungan seperti social distancing dan penggunaan masker serta menjaga kebersihan.
 
Untuk karyawan yang berumur kurang dari 45 tahun diwajibkan untuk masuk. Sementara untuk karyawan yang berumur lebih dari 45 tahun diterapkan kebijakan kerja dari rumah (work from home). Perusahaan juga diminta selalu memantau kondisi karyawan dan menangani karyawan yang terdampak.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif