Menkopolhukam Wiranto--Antara/Wahyu Putro
Menkopolhukam Wiranto--Antara/Wahyu Putro

Menkopolhukam: Kontak Senjata di Nduga Tak Terkait Pemilu

Nasional penembakan penembakan polisi papua
Damar Iradat • 20 Maret 2019 13:48
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut kontak senjata antara aparat keamanan dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Nduga, Papua tidak berkaitan dengan Pemilu 2019. Menurut dia, kontak senjata di Papua bisa terjadi kapan saja.
 
"Penembakan dengan pemilu itu lain, enggak ada pemilu juga ada penembakan di sana. Namanya juga gerombolan," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Menurutnya, hal itu bakal diatasi aparat keamanan, baik sebelum maupun selepas pemilu. Namun demikian, Wiranto mengakui jika pengamanan di Papua dilakukan dengan cara berbeda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini tak lepas karena Papua dianggap salah satu wilayah yang paling rawan dan menganut sistem yang berbeda. Sehingga, pengawasan dan perhatian khusus diberikan ke wilayah tersebut.
 
"Kita betul-betul memberikan perhatian khusus ke sana agar semua wilayah kita itu terjamin, pemilu dapat dilaksanakan dengan baik, kita ini kan rapat bolak balik," tegasnya.
 
Baca: Satu Anggota Brimob Tewas dalam Kontak Senjata di Nduga
 
Kontak senjata kembali terjadi di Nduga, Papua. Kali ini kontak senjata antara Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dengan anggota Brimob.
 
Kontak senjata terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 07.30 WIT. Kejadian itu terjadi saat aparat tengah mengamankan bandara saat pendorongan logistik. Akibat kontak senjata itu, satu anggota Brimob gugur dan dua orang luka-luka.
 
Dalam beberapa bulan terakhir kontak senjata antara KKSB dan aparat keamanan kerap terjadi di Nduga, Papua. Akhir tahun lalu, penembakan terhadap warga sipil juga sempat terjadi. KKB menyerang belasan karyawan PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Nduga, Papua. Jembatan itu merupakan bagian dari program pembangunan Trans-Papua.
 
Kemudian, awal bulan ini tiga prajurit TNI gugur di Kabupaten Nduga, Papua akibat kontak senjata dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya. Ketiga prajurit itu tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum). Pasukan tersebut sedang mengamankan proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua-Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif