Bencana Palu dan Donggala

TNI: Korban Tewas Bencana Sulteng 1.944 Orang

Antara 08 Oktober 2018 07:12 WIB
Gempa Donggala
TNI: Korban Tewas Bencana Sulteng 1.944 Orang
Ilustrasi. Petugas mengangkut jenazah korban gempa Sulawesi Tengah. Foto: MI/Susanto
Palu: Kepala Penerangan Komando Tugas Gabungan Terpadu Sulawesi Tengah Kolonel Inf. Muh Thohir menyebut korban tewas akibat gempa dan tsunami mencapai 1.944 orang. Jumlah itu yang tercatat hingga Minggu, 7 Oktober 2018, pukul 17.00 WITA.  

Thohir memerinci, sebanyak 815 jenazah korban bencana dikubur secara massal di Poboya. Sementara itu, 35 jenazah dikubur massal di Pantoloan. 

"1.059 jenazah telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing," kata Thohir seperti dilansir Antara, Minggu, 7 Oktober 2018. 


Kemudian, ada 35 jenazah dimakamkan di Donggala, dan delapan jenazah dimakamkan di Biromaru, Kabupaten Sigi. 

Sementara itu, lanjut dia, jumlah korban luka-luka tercatat 2.549 orang, korban hilang 683 orang, dan jumlah pengungsi 74.444 orang. Bencana juga menyebabkan 65.733 rumah rusak.

Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka itu memastikan TNI dan instansi terkait terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban. Upaya pencarian dan evakuasi, salah satunya dilakukan Satgas Yonif Para Raiders 431/SSP Kostrad, yang berhasil mengevakuasi 20 mayat di Kelurahan Petobo. Wilayah itu salah satu yang terisolasi akibat gempa.

Dansatgas Bencana Alam Satuan Yonif Para Raider 431/SSP Kostrad Mayor Inf AA Geda Rama menyebut timnya juga berusaha mengevakuasi korban di Desa Jono Oge di Kabupaten Sigi. Daerah itu juga masih terisolir.

Desa Jono Oge, kata dia, terdampak likuifaksi. Tanah di wilayah itu berubah menjadi lumpur karena sendimen yang kaya air terguncang hebat akibat gempa.

Gea Rama mengatakan prajurit Yonif PR 431/SSP yang berkekuatan 250 orang juga terus fokus melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id