Staf Khusus Presiden bidang Papua Lenis Kogoya. (Foto: MI/Ramdani)
Staf Khusus Presiden bidang Papua Lenis Kogoya. (Foto: MI/Ramdani)

Utusan Presiden Turun Tangan Tenangkan Situasi Manokwari

Nasional Kerusuhan Manokwari
Meilikhah • 19 Agustus 2019 11:14
Jakarta: Staf Khusus Presiden bidang Papua, Lenis Kogoya, mengimbau seluruh masyarakat di Papua tenang. Ia meminta persoalan apa pun diselesaikan dengan kepala dingin.
 
"Saya tidak mengatakan pendatang kah, orang Papua kah, tapi warga negara di tanah Papua mari kita (memakai) kepala dingin dan terima persoalan dengan analisis baik-baik," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Breaking News Metro TV, Senin, 19 Agustus 2019.
 
Lenis mengatakan Indonesia yang telah berusia 74 tahun harus membuat pola pikir masyarakat lebih dewasa. Setiap warga negara, kata dia, harus taat hukum. Persoalan tak selesai dengan kekerasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau fasilitas negara sampai dibakar, bukan cuma kedamaian yang tidak ada. Tapi kita sendiri yang jadi korban, yang rugi. Ada hukum yang harus ditaati kenapa harus kekerasan," kata dia.
 
Baca juga:Anggota Polisi Ditembak Saat Mencabut Selebaran Demo
 
Lenis mengaku memahami keresahan masyarakat Papua akibat unjuk rasa yang terjadi di Malang, Jawa Timur, tempo hari. Namun ia mendesak Polri turun tangan menyelidiki alih-alih mendukung aksi massa yang berujung anarkistis untuk turun ke jalan.
 
Ia pun telah meminta bantuan Polda Jawa Timur untuk mengusut manakala unjuk rasa di Malang akibat ulah oknum tak bertanggung jawab yang menyinggung masyarakat Papua. Termasuk meminta kepada Presiden Jokowi menyiapkan strategi khusus untuk menangani persoalan pembangunan yang belum merata di Papua.
 
"Di jalan pembangunan ada yang kurang berkenan kita arahkan dengan jalur hukum. Siapa bilang suruh pulang, siapa minta turunkan bendera, usut! Saya tahu persoalan Papua rumit, tapi masyarakat jangan lah buat kekerasan," ungkap Lenis.
 
Lalu lintas di sejumlah jalan di Manokwari, Papua Barat, lumpuh akibat diblokade massa. Mereka memprotes insiden dugaan kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Dilansir dari Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, massa menebang pohon dan membakar ban di jalan raya. Aparat kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Manokwari turun ke jalan mengendalikan situasi.
 
Warga Jalan Sanggeng, Manokwari, Simon, mengatakan aksi ini bentuk kekecewaan masyarakat atas pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Namun, dia menegaskan aksi dilakukan dengan damai.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif