Pameran  Indonesia Science Expo (ISE) 2019, Foto: Medcom.id/ Cindy
Pameran Indonesia Science Expo (ISE) 2019, Foto: Medcom.id/ Cindy

ISE 2019 Hadirkan Riset Keanekaragaman Hayati

Nasional Riset dan Penelitian
Cindy • 24 Oktober 2019 05:47
Tangerang: Indonesia Science Expo (ISE) 2019 fokus pada keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Riset dan inovasi keanekaragaman hayati Indonesia demi kehidupan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
 
"Tema ini penting diangkat agar publik tahu potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya tapi juga banyak yang berada di ambang kepunahan," kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko di Gedung ICE BSD, Serpong, Tangerang, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Menurutnya, riset dan inovasi terkait ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memegang peranan penting bagi kehidupan. Sesuai juga dengan lima program kerja kabinet yakni Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, ekonomi, perbaikan regulasi dan reformasi birokrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Minimal (riset dan inovasi iptek untuk) reformasi birokrasi yang memegang dua poin penting terkait SDM unggul dan perkembangan ekonomi berbasis SDM unggul," ujar Handoko.
 
Lewat ISE 2019, kata dia, masyarakat diberi kesempatan untuk melihat secara langsung hasil riset dan teknologi dari peneliti Indonesia. Hasil riset ini dapat dimanfaatkan perusahaan besar hingga pemula (start up) yang berbasis iptek.
 
"Publik bisa terlibat secara langsung dalam aktivitas sains sesuai ketertarikan mereka. Diharaokan akan menciptakan interaksi yang memunculkan kolaborasi," ucap Handoko.
 
Berbagai kegiatan dalam ISE 2019 antara lain ekdibisi hasil penelitian dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi dan industri; science movie; science show dan talkshow; seminar dan konferensi internasional. Serta beragam kegiatan kompetisi ilmiah generasi muda (LIPI Youth Science Fair) yang mencangkup LIPI Young Scientist Award, lomba karya ilmiah remaja dan National young Inventors Award.
 
"Yang spesial dari ISE tahun ini juga bertepatan dengan momentum Indonesia menjadi tuan rumah International Exhibition for Young Inventors (IEYI)," sambung Handoko.
 
IEYI diikuti 150 proyek penelitian dari 11 partisipan. Antara lain Indonesia, Jepang, Macau, Malaysia, Philipina, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Tiongkok dan Vietnam. Ini kali ketiga Indonesia menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan IEYI.
 
Sebelumnya penyelenggaraan IEYI pada 2007 di Yogyakarta dan di Jakarta pada 2014. Sementara Acara ISE 2019 ini akan berlangsung selama tiga hari dari Rabu, 23 Oktober hingga 26 Oktober 2019.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif