Ilustrasi pengalihan arus. (MI/Angga Yuniar)
Ilustrasi pengalihan arus. (MI/Angga Yuniar)

Pengalihan Arus Lalin di Sekitar Kedubes India

Nasional demo massa lalu lintas
Siti Yona Hukmana • 13 Maret 2020 15:18
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengalihkan arus lalu lintas di sekitar Kedutaan Besar (Kedubes) India, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pengalihan arus ini dilakukan imbas dari adanya demo di sekitar lokasi.
 
"Kami sudah siapkan rekayasa lalin yang sudah diberlakukan usai salat Jumat tadi hingga nanti sore," kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.
 
Fahri mengatakan pengalihan arus bersifat situasional. Pengalihan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk alih arus giat unras solidaritas untuk muslim India di Kedubes India bersifat situasional," ujarnya.
 
Berikut pengalihan arus di sekitar Kedubes India:
 
Alternatif pertama, pengendara yang akan menuju Jalan HR Rasuna Said diluruskan ke Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Pancoran atau belok ke kanan Jalan Mampang Prapatan. Arus lalu lintas dari Jalan Mampang Prapatan tepatnya di underpass Mampang yang akan menuju Jalan HR Rasuna Said dibelokkan ke Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Semanggi.
 
Arus lalu lintas dari Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Semanggi yang akan menuju Jalan HR Rasuna Said diputar di kolong layang Kuningan ke Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Pancoran.
 
Alternatif kedua, pengendara dari Jalan Rasuna Said belok ke Jalan Denpasar Selatan. Kemudian, belok kanan ke Jalan Denpasar Raya. Pengendara juga bisa belok kiri ke Jalan Besakih, lalu belok kanan ke Jalan Mega Kuningan Barat 1, dan belok kanan ke Jalan Klungkung.
 
"Pengalihan arus keluar melalui Jalan Klungkung kembali ke Rasuna Said," kata Fahri.
 
Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF), dan Persaudaraan Alumni 212 kembali menggelar unjuk rasa di Kedubes India. Mereka juga sempat melakukan demontrasi pada Jumat, 6 Maret 2020.
 
Demo sejumlah organisasi masyarakat itu merupakan reaksi atas konflik di Timur New Delhi. Sebanyak 42 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
 
Pedemo mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah politik terhadap pelanggaran HAM yang diduga dilakukan kelompok Hindu di India. Bentrok antara umat Hindu dan Islam terjadi sejak Februari 2020.
 
Peristiwa bermula dari demonstrasi menentang Undang-Undang (UU) kewarganegaraan. UU itu memperbolehkan pemerintah India memberikan status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya, seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.
 
Namun, UU hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lain. UU itu tidak diberlakukan bagi pemeluk Islam.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif